Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Enam Kasus Serupa Kakek Samirin 'Getah Karet', Semangka, Cobek hingga Laundry Kiloan di Jakarta

Enam Kasus Serupa Kakek Samirin 'Getah Karet', Semangka, Kakao, Hutan Mangrove, Cobek, Pohon Durian hingga Laundry Kiloan di Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Enam Kasus Serupa Kakek Samirin 'Getah Karet', Semangka, Cobek hingga Laundry Kiloan di Jakarta
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Samirin, terdakwa pencuri getah pohon rambung usai menjalano sidang vonis di Pengadilan Simalungun, Rabu (15/1/2020) (Tribun Medan/Tommy Simatupang) 

Diketahui, Kakek Busrin ini menebangan pohon mangrove untuk kayu bakar.

Ia lantas mendapat hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Kasus pohon mangrove terjadi di Probolinggo, Jawa Timur pada 2014 lalu.
Seorang kuli pasir bernama Kakek Busrin ditetapkan menjadi terdakwa kasus ini.
Diketahui, Kakek Busrin ini menebangan pohon mangrove untuk kayu bakar.
Ia lantas mendapat hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.
Sementara, Kasus penjual cobek ini terjadi di Tangerang, Banten pada 2017.
Kasus pohon mangrove terjadi di Probolinggo, Jawa Timur pada 2014 lalu. Seorang kuli pasir bernama Kakek Busrin ditetapkan menjadi terdakwa kasus ini. Diketahui, Kakek Busrin ini menebangan pohon mangrove untuk kayu bakar. Ia lantas mendapat hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. Sementara, Kasus penjual cobek ini terjadi di Tangerang, Banten pada 2017. (Tangkap Layar YouTube Mata Najwa)

4. Kasus Penjual Cobek

Kasus penjual cobek ini terjadi di Tangerang, Banten pada 2017.

Dalam kasus penjual cobek ini diketahui, pria bernama Tajudin menjadi terdakwa.

Ia didakwa dengan kasus eksploitasi anak untuk berjualan cobek.

Dipersidangan, Jaksa menjerat dirinya dengan Pasal 2 Ayat 1 UU 21/2017 juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP dan Pasal 88 UU 35/2014 juncto Pasal 64 KUHP.

Rekomendasi Untuk Anda

Dikutip dari Kompas.com, adapun tuntutan hukuman terhadap dirinya, yakni 3 tahun dari maksimal 15 tahun penjara.

Tajudin bin Tatang Rusmana, pria asal Padalarang, Bandung yang sehari-harinya menjual cobek tiba di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2017). Kedatangannya untuk menjalani sidang uji materi terhadap Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU 21/2017).
Tajudin bin Tatang Rusmana, pria asal Padalarang, Bandung yang sehari-harinya menjual cobek tiba di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2017). Kedatangannya untuk menjalani sidang uji materi terhadap Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU 21/2017). (Kompas.com/Fachri Fachrudin)

Pada Januari lalu, PN Tangerang memvonis bebas Tajudin.

Hakim menilai Tajudin tidak terbukti mengeksploitasi anak sebagaimana tuduhan Jaksa.

Diketahui anak yang membantu Tajudin berjualan cobek adalah keponakannya.

Sang keponakan itu rupanya telah putus sekolah.

5. Kasus Laundry Kiloan

Kasus laundry kiloan ini terjadi di DKI Jakarta pada 2017 lalu.

Dalam kasus laundry kiloan ini, Rosmalinda ditetapkan sebagai terdakwa.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas