Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mantan Terpidana Korupsi Pengadaan Alquran Bakal Ungkap Peran Priyo

Fahd diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ditjen Pendis Kemenag Undang Sumantri.

Mantan Terpidana Korupsi Pengadaan Alquran Bakal Ungkap Peran Priyo
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Fahd El Fouz 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa eks Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz.

Ia merupakan mantan terpidana kasus korupsi proyek pengadaan laboratorium komputer dan Alquran di Kementerian Agama tahun 2011.

Fahd diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ditjen Pendis Kemenag Undang Sumantri.

"Saya diperiksa hari ini terkait penundaan yang kemarin menindaklanjuti hasil putusan pengadilan yang saya jalani kemarin terkait dengan Kementerian Agama," tutur Fahd di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).

Baca: KPK Tolak Laporan PSI Soal Dugaan Korupsi Revitalisasi Monas

Setelah menguraikan materi pemeriksaan, Fahd kemudian menyinggung mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang juga disebut menerima fee dalam putusan hakim terhadap dirinya saat itu. Fahd menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik.

"Udah saya sebut semua. Kalau soal menetapkan itu kewenangan penyidik. Saya apa yang saya jalani, semua saya sampaikan ke penyidik. Tidak ada yang ditutupi. Makanya saya mendapatkan surat JC kemarin karena saya terbuka dan sudah saya kembalikan apa yang saya terima," ucap Fahd.

Termasuk juga, kata dia, nama Vasko Ruseimy dan Syamsurachman yang juga disebut menerima fee dalam putusan hakim tersebut.

"Iya itu kan, semua kan. Syamsurachman, Vasko, nama-nama pejabat kementerian lain sudah saya sebutkan semua. Tinggal sekarang baru Pak Undang (Undang Sumantri)," kata Fahd.

Baca: Oknum Ustaz di Bangkalan Sebut Sabu Tak Haram Karena Tak Ada di Alquran, Ajak Santrinya Nyabu

"Saya senang sekali berarti KPK tidak tebang pilih untuk proses, nama-nama yang saya sebut kemarin diproses. Cukup senang saya dipanggil hari ini, berarti tidak tebang pilih dan saya akan jelaskan terang benderang yang saya jelaskan di pengadilan. Tidak ada yang berubah," imbuh Fahd.

Penetapan Undang sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Fahd sebelumnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas