Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Agus Rahardjo Jadi Penasihat Kapolri, Idham Azis Dinilai Salah Pilih Orang

Agus dinilai gagal mengemban misi memimpin KPK selama 5 tahun baik untuk bidang pencegahan maupun bidang penindakan atau pemberantasan korupsi.

Agus Rahardjo Jadi Penasihat Kapolri, Idham Azis Dinilai Salah Pilih Orang
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Kuasa Hukum Ormas Harimau Jokowi Petrus Selestinus di sebuah restoran di Stasiun Gambir Jakarta Pusat usai mendatangi Markas Puspom AD di Jakarta Pusat pada Kamis (14/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masuknya eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menjadi penasihat ahli Kapolri Jenderal Idham Azis dinilai tidak tepat.

Mantan Komisioner Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) Petrus Selestinus melihat Idham Azis salah pilih orang.

Pasalnya, menurut Petrus, Agus dinilai gagal mengemban misi memimpin KPK selama 5 tahun baik untuk bidang pencegahan maupun bidang penindakan atau pemberantasan korupsi.

"Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis salah pilih orang atau pilihan yang tidak tepat," kata Petrus kepada Tribunnews.com, Jumat (24/1/2020).

Baca: Eks Ketua KPK Dipilih Jadi Penasihat Kapolri, Ini Pendapat Pakar Hukum

Selain itu, kata Petrus, Agus Rahardjo bukanlah ahli hukum pidana. Kemudian Agus Cs juga dinilai telah menunjukan sikap yang tidak terpuji terhadap Presiden Joko Widodo. Yakni berupa pengembalian mandat pimpinan KPK kepada presiden hanya melalui konferensi pers karena menolak sikap pemerintah merevisi UU KPK.

"Agus dkk juga saat ini ikut menggugat pemerintah dan DPR terkait uji materil UU No. 19 Tahun 2019 Tentang KPK. Artinya habitat Agus Rahardjo tidak di penasihat ahli Kapolri," ujar Petrus.

Dikatakan Petrus, kegagalan Agus di KPK berikutnya adalah membiarkan lahir dan berkembangnya wadah pegawai yang memiliki kekuasaan yang sangat mengganggu kinerja KPK.

"Dikhawatirkan penyakit yang pernah terjadi di KPK ikut terbawa ke Mabes Polri," katanya.

Baca: Agus Jadi Penasehat Ahli Kapolri, Masinton: Terobosan Semakin Perkuat Sinergitas

"Singkat kata keberadaan Agus sebagai penasehat ahli tidak banyak membantu Kapolri dan institusi Polri. Apalagi pernah melakukan pembangkangan atau insubordinasi terhadap presiden bahkan menggugat presiden dan DPR," pungkas Petrus.

Diketahui, penunjukkan Agus Rahardjo termaktub dalam Keputusan Kapolri Nomor: Kep/117/I/2020 tentang Pengukuhan, Pemberhentian dari, dan Pengangkatan Salam Jabatan Penasihat Ahli Kapolri, tertanggal 21 Januari 2020.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas