Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ketua MPR Minta Pemerintah Keluarkan Travel Warning ke China

penyebaran Vvirus Corona tak hanya terjadi di Wuhan saja, melainkan juga sudah menyebar ke berbagai wilayah di China.

Ketua MPR Minta Pemerintah Keluarkan Travel Warning ke China
Daily Mail
Polisi melihat barang-barang yang disita dari toko yang diduga perdagangan satwa liar di kota Guangde di Provinsi Anhui, China tengah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri segera mengeluarkan travel warning bagi warga negara Indonesia ke China.

Hal itu menurutnya karena penyebaran Vvirus Corona tak hanya terjadi di Wuhan saja, melainkan juga sudah menyebar ke berbagai wilayah di China.

Untuk diketahui Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan setidaknya sudah 80 orang meninggal akibat Corona. Sedangkan 2.744 jiwa lainnya masih terinfeksi dan menjalani perawatan.

"Kementerian Perhubungan sudah melarang maskapai melakukan penerbangan dari dan ke Wuhan. Bahkan jika perlu, untuk sementara waktu perlu juga dipertimbangkan pelarangan penerbangan dari dan ke seluruh wilayah China. Melihat penyebarannya yang sangat masif dan belum adanya vaksin yang dapat mengobati, Kementerian Luar Negeri sepatutnya juga mengeluarkan travel warning. Inggris dan Amerika Serikat sudah memberikan travel warning," ujar Bamsoet melalui melalui pesan tertulisnya, Senin (27/1/2020).

Baca: Korban Virus Corona Semakin Bertambah, Tenaga Medis di Wuhan Alami Frustrasi, Ini Penyebabnya

Ia mengatakan dengan mengeluarkan Travel Warning, menunjukan kepedulian pemerintah terhadap warganya. Bahkan jika perlu, untuk sementara waktu ini perlu pula dibuat larangan bagi warga negara China yang ingin berkunjung ke Indonesia.

"Memang hingga kini di Indonesia belum ada korban yang positif terinfeksi Corona. Namun bukan berarti kita tak boleh mengendurkan kewaspadaan. Kemampuan virus Corona untuk menyebar sangat kuat. Tak hanya ditularkan oleh orang yang sudah terinfeksi saja, melainkan juga bisa ditularkan oleh orang yang sedang dalam masa inkubasi virus. Ini menunjukan virus Corona lebih kuat dibanding SARS yang tak bisa menyebar di masa inkubasi," kata Bamsoet.

Baca: Kuliah di Wuhan China, Mahasiswa Indonesia Masih Diisolasi, Psikologis Down hingga Logistik Menipis

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini mengingatkan, walaupun di berbagai bandara Indonesia sudah disediakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh, bukan jaminan Indonesia bisa terhindar dari virus Corona. Karena thermal scanner hanya mendeteksi suhu tubuh untuk menilai dugaan awal orang yang terkena virus Corona. Sedangkan orang yang masih dalam masa inkubasi virus, dimana suhu tubuhnya belum naik dan masih normal, bisa lolos dari thermal scanner.

Di China sendiri hingga Jumat (24/1) Tiongkok telah mengisolasi 13 kota dan 41 juta penduduk. Berbagai perayaan Tahun Baru Imlek 25 Januari 2020 ini, telah dibatalkan demi menjaga keselamatan warganya. Kita juga perlu memberikan apresiasi kepada pemerintah China yang melakukan pembatalan sementara penerbangan komersial sejumlah maskapai penerbangan dari dan ke Wuhan dengan kesadaran pemerintah China sendiri.

"Masa inkubasi virus Corona mencapai dua minggu hingga munculnya gejala penyakit berupa demam dan lain sebagainya. Seseorang yang merasa sehat, bisa saja sebenarnya di dalam tubuhnya ia sedang terkena virus Corona. Karena itu, mengeluarkan travel warning dan mencegah sementara waktu kunjungan wisatawan China ke Indonesia adalah pilihan yang bijaksana guna melindungi rakyat Indonesia dari dampak penyebaran virus yang mematikan ini," pungkas Bamsoet.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas