Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gerah Ondel-Ondel Dipakai Mengamen, DPRD DKI Wacanakan Revisi Perda Kelestarian Budaya Betawi

DPRD DKI Jakarta yang membidangi Kesejahteraan Rakyat akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Kelestarian Budaya Betawi.

Gerah Ondel-Ondel Dipakai Mengamen, DPRD DKI Wacanakan Revisi Perda Kelestarian Budaya Betawi
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Ketua Komisi E DPRD DKI Iman Satria saat ditemui usai rapat, di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). 

‎Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi E DPRD DKI Jakarta yang membidangi Kesejahteraan Rakyat akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Kelestarian Budaya Betawi.

DPRD DKI Jakarta berencana memasukkan satu klausul soal pelarangan kesenian budaya betawi, yakni ondel-ondel dipakai untuk mengamen.

Keinginan ini telah disampaikan kepada Kepala Dinas Kebudayaan DKI Iwan Wardhana dalam rapat kerja bersama Komisi E di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Baca: Anggota DPRD DKI Kritik Jalur Sepeda yang Dibuat Anies, Anggaran Rp 73 Miliar Tapi Tak Efektif

"Itu tadi kita kasih masukan ke mereka di revisi nih Perda kebudayaan ondel-ondel ini. Kita kan sudah punya Perda-nya di situ dimasukkan salah satu klausul bahwa ondel-ondel tidak boleh dipakai untuk ajang ngamen," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Iman Satria saat ditemui usai rapat.

Rencana merevisi Perda ini dilatar belakangi maraknya penyalahgunaan kesenian betawi itu untuk mencari nafkah di jalanan.

Padahal ondel-ondel jadi salah satu ikon kota Jakarta yang megah dan sakral.

Iman mengaku miris melihat fenomena tersebut tumbuh berkembang di tengah masyarakat.

Untuk mencegah semakin meluas, DPRD DKI usul revisi Perda Nomor 4 Tahun 2015.

Baca: Politikus PAN: Wakil Gubernur DKI Jakarta Harus Selevel Sandiaga Uno

"Sekarang kan kita miris, kita lihat dipinggir jalan ondel-ondel yang jadi icon yang megah, ditaruh di ruang rapat paripurna tiba-tiba dibawa ke jalanan untuk mengemis. Bukan melarang, tapi memang tidak patut jadi ajang mengamen," ungkap dia.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas