Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Maraknya Kasus Bullying di Sekolah, Begini Seharusnya Mendidik Anak Supaya 'Tahan Banting'

Maraknya kasus bully di dunia pendidikan menjadi kecemasan tersendiri bagi orangtua, psikolog jelaskan cara mendidik anak agar 'tahan banting'.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Inza Maliana
Editor: Miftah
zoom-in Maraknya Kasus Bullying di Sekolah, Begini Seharusnya Mendidik Anak Supaya 'Tahan Banting'
worldofbuzz.com
Ilustrasi bullying 

TRIBUNNEWS.COM - Dunia pendidikan bisa dibilang menjadi satu di antara gerbang anak untuk mendapatkan pengetahuan.

Tidak hanya pengetahuan, namun pendidikan menjadi dasar untuk mengembangkan akal dan pikiran anak sejak dini.

Namun nyatanya, di dunia pendidikan sendiri terdapat beberapa kasus yang mencoreng nama baiknya.

Seperti aksi perundungan atau bullying yang kerap kali dialami oleh anak di dunia pendidikannya.

Di dalam sekolah sendiri, aksi perundungan sudah tidak asing lagi di zaman ini.

Dari kasus ringan seperti ancaman hingga tindakan kekerasan yang bertujuan untuk mengintimidasi anak pun kerap kali terjadi.

Baca: Viral Video Aksi Bullying Siswa SMK di Bekasi, Korban Dipaksa Pegang Kabel Pengapian Sepeda Motor

Baca: Alat Bukti Kasus Bullying Siswa SMP di Malang Ditemukan, Wali Kota Akan Beri Hukuman Pihak Sekolah

Beberapa contohnya, belakangan ini kasus perundungan di berbagai daerah di Indonesia marak diberitakan media.

Percakapan SN dengan temannya sebelum lompat dari lantai 4 gedung SMP di Jakarta
Percakapan SN dengan temannya sebelum lompat dari lantai 4 gedung SMP di Jakarta (Twitter/@sidaeee)
Rekomendasi Untuk Anda

Pertama, pada akhir Januari 2020 silam, seorang siswa SMP di Jakarta Timur melakukan aksi bunuh diri.

Aksinya itu ia lakukan dengan lompat dari lantai 4 di gedung sekolahnya.

Belakangan diketahui, siswa tersebut melakukan aksinya karena diduga kerap dibully oleh teman-temannya.

Selanjutnya terjadi di Malang, Jawa Timur, seorang siswa SMP berakhir dengan jari yang teramputasi.

MS (13) , siswa SMPN 16 Malang yang diduga korban pembullyan saat dijenguk Polresta Malang Kota
MS (13) , siswa SMPN 16 Malang yang diduga korban pembullyan saat dijenguk Polresta Malang Kota (Humas Polresta Malang Kota via Kompas.com)

Hal itu karena dugaan aksi bullying yang dilakukan temannya.

Namun kabar terbarunya diketahui teman-temannya itu tidak bermaksud untuk membully, melainkan hanya bergurau.

Maraknya aksi perundungan yang terjadi di dunia pendidikan, membuat para orangtua menjadi cemas.

Padahal, orangtua bisa dibilang menjadi benteng awal pendidikan bagi para anaknya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas