Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komnas HAM Setuju Pulangkan 600 WNI Eks ISIS, Tapi dengan Syarat Ini

Anam menegaskan Komnas HAM menilai seharusnya mereka dipulangkan dengan syarat adanya pengkategorian yang ketat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Komnas HAM Setuju Pulangkan 600 WNI Eks ISIS, Tapi dengan Syarat Ini
Vincentius Jyestha Candraditya/Tribunnews.com
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (dua dari kanan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya memiliki sikap mendukung wacana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS.

Anam mengatakan belum ada alasan kuat yang menyatakan bahwa mereka bukanlah WNI.

"Secara hukum belum ada alasan yang cukup kuat yang menganggap bahwa mereka bukan WNI," ujar Anam, dalam diskusi 'Eks ISIS Hendak Mudik' di Pizza Kayu Api, The MAJ Senayan, Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Baca: Terinspirasi dari YouTube, 2 Bocah SD Selamatkan Teman Diculik, Lempar Batu & Gigit Pelaku

Namun, Anam menegaskan Komnas HAM menilai seharusnya mereka dipulangkan dengan syarat adanya pengkategorian yang ketat.

"Kalau Komnas HAM memang kalau statusnya WNI ya dipulangkan. Tapi diketati, dipilih. Jadi dipilah dan dipilih. Mereka harus dilindungi dari segi kemanusiaan, terutama perempuan dan anak dilindungi," kata dia.

Baca: Keceplosan Ngaku Hamil Duluan di Depan Kamera, Ayu Ting Ting Dimarahi Ivan Gunawan: Badung Banget Lu

Anam mengatakan pemerintah harus memulangkan para WNI tersebut ke Indonesia.

Pemerintah juga perlu membuktikan derajat keterlibatan mereka masing-masing. Yakni harus ada pemilahan mana WNI yang merupakan korban dan mana yang merupakan kombatan ISIS.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka harus dipulangkan. Tapi yang paling penting adalah membuktikan derajat keterlibatan mereka dengan ISIS. Mana yang memang melakukan kampanye ISIS atau peran yang mengajak dan menyebarkan ideologi sampai yang melakukan kejahatan itu bisa diadili di Indonesia," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas