Tribun

Kongres PAN

Pengamat: Selain Bertarung dengan Para Kandidat, Zulhas harus Lawan Sejarah

Kalau Zulhas sapaan petahana Ketua Umum PAN itu berhasil menang kembali, maka ia akan mencetak sejarah baru

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Pengamat: Selain Bertarung dengan Para Kandidat, Zulhas harus Lawan Sejarah
TRIBUNNEWS.COM/IST
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Bersama 212 Votter DPW/DPD PAN Se Indonesia kloter pertama berangkat menuju kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020). Pesawat Lion Air JT 3992Y penuh diisi pemilik suara pendukung Zulkifli Hasan, pemberangkatan kloter kedua sebanyak 170 pemilik suara menyusul menghadiri kongres PAN ke V, total dukungan 392 pemilik suara mendukung Zulkifli Hasan kembali memimpin PAN periode 2020-2025. TRIBUNNEWS.COM/IST 


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak mudah bagi petahana Zulkifli Hasan dalam perebutan kursi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) 2020-2025.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio kepada Tribunnews.com, Senin (10/2/2020).

Baca: Mohammad Qodari: Separuh Peserta Kongres PAN di Pesawat Zulkifli Hasan



Karena menurut Hendri Satrio, mantan Ketua MPR RI itu tidak hanya akan melawan para kandidat lainnya.

"Zulkifli Hasan, selain harus melawan kandidat-klandidat lain dia juga harus melawan sejarah yang belum pernah Ketua Umum PAN dua periode," ujar pendiri lembaga analisis politik KedaiKOPI ini.

Tapi, imbuh dia, kalau Zulhas sapaan petahana Ketua Umum PAN itu berhasil menang kembali, maka ia akan mencetak sejarah baru.

Baca: Kongres ke-V PAN di Kendari, Sudah Ricuh sebelum Dimulai, Diduga dari Kubu Mulfachri Harahap



Sejarah baru yang akan diukir Zulhas itu, kata Hendri Satrio, sebagai Ketua Umum dua periode di PAN.

"Kalau dia menang, Zulhas buat sejarah baru, dua periode jadi Ketua Umum," jelasnya.

Jelang Kongres PAN di Kendari Memanas
Calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memberikan keterangan pers di arena Kongres V, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020).
Calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memberikan keterangan pers di arena Kongres V, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020). (Dennis Destryawan/Tribunnews.com)


Jelang Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Sulawesi Tenggara, sempat memanas.

Puluhan orang menggebrak-gebrak kaca hotel, serta berteriak agar pendaftaran peserta kongres ditutup.

Sekira 12.40 WITA, massa terlihat ricuh.
Mereka berbondong-bondong mendesak Panitia Kongres PAN untuk segera menutup pendaftaran bagi peserta kongres.

"Tutup segera pendaftarannya. Kami minta segera ditutup. Kita minta kongres dihentikan," kata sejumlah orang di lantai dua Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020).

Terjadi aksi saling dorong, "Kita boikot kongres kalau tidak dihentikan," sambung massa.

Massa menggebrak kaca, seraya berteriak.
Kemudian turun menemui pihak panitia kongres.
Tak lama kemudian, mereka diarahkan ke luar hotel oleh pihak keamanan.

Diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun terdapat dua pendaftaran di arena kongres.
Yakni, pendaftaran sebagai peserta yang ditutup pada pukul 12.00 WITA.

Salah satu syarat untuk mendaftar sebagai peserta kongres adalah mendaftarkan diri langsung atau tidak boleh dititipkan.
Ini ditengarai yang membuat ricuh, karena menurut massa yang protes, ada beberapa pihak yang memberikan kartu, meski orang tersebut belum hadir.

Kemudian, pendaftaran sebagai Calon Ketua Umum PAN ditutup pada pukul 17.00 WITA.
Hingga Senin sekira pukul 15.00 WITA, baru tiga nama Calon Ketua Umum yang mendaftar, yakni Mulfachri Harahap, Dradjad Wibowo, dan Asman Abnur.

Kongres PAN Diharapkan Berlangsung Kondusif

Politikus PAN, Pangeran Khairul Saleh di lokasi Kongres PAN mengatakan penting Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam untuk turun langsung mengamankan gelaran kongres yang digelar di Kendari.

"Saya meminta Pak Kapolda untuk turun langsung, memberikan komando kepada jajarannya untuk mengamankan gelaran Kongres PAN di Kendari," ujar Pangeran di lokasi acara, Senin (10/2/2020).

Pangeran berharap, kehadiran Merdisyam bisa mencegah adanya benturan dalam pelaksanaan Kongres PAN.

"Jika misalnya terjadi gesekan, supaya aparat bisa bersikap profesional dan tegas, supaya situasi tidak semakin meruncing," kata Pangeran.

Pangeran mengatakan gelaran Kongres PAN berjalan lancar dan kondusif.
Dengan begitu, sebut dia, akan lahir pemimpin PAN yang sah.

"Saya berharap bahwa pelaksanaan kongres ini bisa berlangsung aman, tertib dan kondusif," tuturnya.
 
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas