Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jalani Proses Hukum, Wawan Masih Diwajibkan Bayar Cicilan Mobil Mewah Hingga Ratusan Miliar

Wawan jalani sidang kasus korupsi pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Jalani Proses Hukum, Wawan Masih Diwajibkan Bayar Cicilan Mobil Mewah Hingga Ratusan Miliar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus tindak pidana pencucian uang dan korupsi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/1/2020). Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menggelar sidang kasus korupsi pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD dan APBD-P Tahun Anggaran 2012.

Pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (13/2/2020) ini, mencuat permasalahan piutang bunga atau denda dari sejumlah aset milik Bos PT Bali Pacific Pragama Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi mengonfirmasi pembelian sejumlah mobil mewah, di antaranya Lamborghini Aventador, Bentley Continental Flying Spur dan Ferrari 458 Spider kepada sejumlah saksi yang notabennya pihak ketiga.

Mantan pegawai bank Bukopon Eni Rismaria mengaku pernah bertemu Wawan melakukan kesepakatan kredit bersama dealer mobil. Dalam angsuran kredit mobil, Wawan diminta membayar selama 36 bulan.

"Seingat saya, Lamborghini Aventador, Bentley, dan Ferrari. Awal saya tidak tahu pengikatan karena sakit, kurang tahu di mana pengikatan, selanjutnya saya datang ke kantor Pak Wawan," ujar Eni.

Eni mengungkapkan cicilan tiga mobil mewah yang harus dibayar senilai total Rp 3,5 Miliar dalam jangka waktu kredit 36 bulan, angsurannya per bulan Rp 142 juta. Kredit dimulai Februari 2012 sampai Februari 2015.

Atas cicilan mobil mewah itu, Eni tidak mengetahui sudah tidaknya lunas pembayaran yang dilakukan Wawan. Tetapi mobil yang tidak bisa dilunasi oleh pembeli akan dibayar pihak dealer.

KPK disebut banyak melakukan penyitaan aset yang bukan Wawan, atau setidak-tidaknya terkait pihak ketiga atau kreditur dan masih belum dibayar lunas.

Baca: Tubagus Rachmat Sentika Sarankan Menkes Terawan Memimpin Penanggulangan Gangguan Gizi

Baca: KPK Panggil Dokter Lapas Sukamiskin Jadi Saksi Wawan

Atas dasar itu, Wawan meminta solusi karena piutang yang dibebankan pihak ketiga terhadap Wawan mencapai ratusan miliar.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas