Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemulangan WNI Eks ISIS

Najwa Shihab Ungkap Data Lemahnya Deradikalisasi Teroris, Ungkap Ada Sipir yang Malah Ikut Ketularan

Presenter Najwa Shihab mengungkap data masih lemahnya program deradikalisasi di Indonesia.

Najwa Shihab Ungkap Data Lemahnya Deradikalisasi Teroris, Ungkap Ada Sipir yang Malah Ikut Ketularan
Capture YouTube Najwa Shihab
Presenter Najwa Shihab mengungkap data masih lemahnya program deradikalisasi di Indonesia. 

TRIBUNWOW.COM - Presenter Najwa Shihab mengungkap data masih lemahnya program deradikalisasi di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Najwa Shihab saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa pada Rabu, (13/2/2020).

Mulanya, berdasarkan Tim Riset Mata Najwa C Save, ada ratusan returnis ISIS yang kembali ke Indonesia.

 Narasumber Tak Ada yang Ngalah soal Polemik ISIS, Kata-kata Hikmahanto Juwana Buat Penonton Bersorak

Beberapa di antara mereka yang kembali ke Indonesia pulang karena kecewa dengan ISIS.

Kurang lebih 490 returnis ISIS tersebut mengikuti program deradikalisasi, rehabilitasi, dan reintegrasi.

Program-program tersebut di bawah Kementerian Sosial.

Sedangkan, dari kurang lebih 490 orang itu, 23 persen di antaranya laki-laki, 34 persennya perempuan, dan 43 persen anak-anak.

Presenter Najwa Shihab mengungkap data masih lemahnya program derekalisasi di Indonesia.
Presenter Najwa Shihab mengungkap data masih lemahnya program deradikalisasi di Indonesia. (Capture YouTube Najwa Shihab)

Lalu, Najwa Shihab mengatakan bahwa banyak pihak masih kurang puas dengan program deradikalisasi tersebut.

"Mari kita bicara soal deradikalisasi, kalaupun misalnya dipulangkan dan kembali di tanah air mari kita lihat bagaimana penanganan napi teroris katakanlah di Indonesia."

"Yang sebetulnya banyak yang menilai jauh dari maksimal," ungkap Najwa Shihab.

Selain itu, Najwa Shihab juga mengatakan bahwa kapasitas narapidana (napi) teroris di Indonesia masih terbatas.

>>> Halaman Selanjutnya

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: TribunWow.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas