Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menko PMK Sesalkan Polemik 'Fatwa Kaya Nikahi si Miskin': Ceramah Tak Dimuat, Guyonan Jadi Headline

Menko PMK, Muhadjir Effendy mengaku pernyataannya yang menganjurkan orang kaya menikahi orang miskin hanya sekedar intermezzo atau selingan.

Menko PMK Sesalkan Polemik 'Fatwa Kaya Nikahi si Miskin': Ceramah Tak Dimuat, Guyonan Jadi Headline
YouTube metrotvnews
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengaku pernyataannya yang menganjurkan orang kaya menikahi orang miskin hanya sekedar intermezzo atau selingan.

Ia menjelaskan usulannya tersebut ia sampaikan kepada Menteri Agama, Fachrul Razi, saat memberi sambutan di acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional di JlEkspo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Muhadjir mengungkapkan sempat kaget saat tahu pernyataan yang ia anggap sebatas intermezzo ini menjadi viral.

Baca: Risma Akui Berani Tolak Tawaran Megawati yang Bermacam-macam, Penonton sampai Tepuk Tangan

Baca: Arya Satria Claproth Unggah Video Pilu, Ada Momen Cium Karen Pooroe hingga Cium Jenazah sang Anak

Pasalnya, setelah memberikan ceramah selama satu jam dalam Rakernas tersebut, justru pernyataanya itu yang menjadi topik utama di berbagai media.

Hal ini ia sampaikan dalam program METROTV NEWSROOM yang Tribunnews kutip dari YouTube metrotvnews, Jumat (21/2/2020).

Sebelumnya, Muhadjir menceritakan awal munculnya pernyataan terkait usulan si kaya menikah dengan si miskin.

"Jadi tanggal 18 Februari 2020, saya memberi pengarahan di depan Rakernas kesehatan seluruh Indonesia," kata Muhadjir.

s
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (kanan) jelaskan pernyataannya soal orang kaya nikahi orang miskin. (YouTube metrotvnews)

Rakernas itu menjelaskan tentang bagaimana menerjemahkan visi dan misi presiden dan wapres dalam konteks pembangunan manusia Indonesia dan kebudayaan.

"Kemudian satu diantara masalah yang harus diatasi adalah mengentas kemiskinan," imbuhnya.

"Dalam konteks ini kami bicara soal rumah tangga Indonesia berdasarkan data BPS per September 2019," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas