Pro Kontra Revitalisasi Taman Ismail Marzuki, Rano Karno Pertanyakan Nasib Seniman
Rano Karno menanyakan nasib seniman pasca revitalisasi Taman Ismail Marzuki rampung. Tapi ia menyatakan setuju dengan revitalisasi tersebut.
Penulis: Faisal Mohay
Editor: bunga pradipta p

"Soal hotel, tidak ada hotel bintang lima di situ. Memang akan dibangun fasilitas tempat tinggal atau wisma untuk para seniman," kata Anies di Ruang Rapat Komisi X DPR, Senayan, Jakarta.
Baca: Komisi X DPR Undang Gubernur DKI Anies Baswedan Bahas Revitalisasi Taman Ismail Marzuki
Baca: Anies Bantah Ada Pembangunan Hotel Bintang Lima di Taman Ismail Marzuki
Anies mengatakan wisma tersebut untuk memfasilitasi para seniman lokal dan internasional yang akan datang ke TIM.
Sehingga para seniman bisa berinteraksi di pusat kebudayaan tersebut.
"Para seniman itu akan datang ke Jakarta, dan kalau mereka datang ya paketnya harus ada menginapnya. Tinggal pilihannya mau diinapkan di mana," katanya.
"Mau beri fasilitas di dalam sehingga mereka berinteraksi 24 jam sesama seniman, atau mereka tidak diberikan fasilitas dan berinteraksi di luar," lanjutnya.
Sebelumnya, Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI, Senin (17/2/2020).

Kedatangannya para seniman itu untuk mengadu lantaran mereka kecewa dengan revitalisasi TIM.
Pimpinan Forum Seniman Peduli TIM Radhar Panca Dahana mengakui para seniman tidak pernah diajak bicara terkait revitalisasi TIM.
"Berangkat dari satu kebijakan itu seperti komet yang menghantam bumi. Mendadak kita hancur berantakan, kira-kira gitu."
"Tanpa ada kompromi, kayak ketetapan Tuhan aja. Nggak ada bicara sama sekali dengan kami, kebijakan itu, tahu-tahu sudah diberlakukan," katanya di Ruang Rapat Komisi X DPR, Senayan, Jakarta.
Radhar mengatakan para seniman setuju revitalisasi agar TIM menjadi lebih baik.
Namun, seharusnya para seniman dilibatkan dan diajak bicara soal rencana revitalisasi itu.
Ia mengungkapkan pihaknya sudah melayangkan protes dan meminta moratorium revitalisasi tersebut.
"Kami protes, karena cuma satu masalahnya. Revitalisasi atau revitalisasi atau rehabilitasi TIM, kita tidak peduli namanya, kita setuju TIM menjadi lebih baik, lebih baru, setuju, tapi ya ngomong," ujarnya.
(Tribunnews.com/Faisal Mohay/chaerul umam)