Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Solusi Dokter Tirta Kurangi Angka Kematian Pasien Corona: Mau Enggak Mau Tutup Jakarta

dr Tirta menanggapi angka pasien Covid-19 yang semakin meninggi tiap harinya, menurutnya karantina wilayah adalah solusi yang efektif untuk dilakukan.

Solusi Dokter Tirta Kurangi Angka Kematian Pasien Corona: Mau Enggak Mau Tutup Jakarta
Instagram @dr.tirta
dr Tirta menanggapi angka pasien Covid-19 yang semakin meninggi tiap harinya, menurutnya karantina wilayah adalah solusi yang efektif untuk dilakukan. 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia kini telah memiliki total seribu kasus positif Virus Corona (Covid-19), dengan angka kematian yang lebih tinggi dibanding pasien sembuh.

Influencer muda, dr Tirta Mandiri Hudhi mengatakan karantina wilayah adalah hal yang harus dilakukan demi mencegah meluasnya persebaran Virus Corona (Covid-19).

Dikutip dari YouTube Kompastv, Jumat (27/3/2020), awalnya presenter SAPA INDONESIA MALAM menanyakan pendapat dr Tirta terkait angka kematian pasien Covid-19.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad ikut memakamkan jenazah pasien Virus Corona, Kamis (26/3/2020)
Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad ikut memakamkan jenazah pasien Virus Corona, Kamis (26/3/2020) (Instagram/caknurahmad)

 

 Banyak Perantau yang Kembali ke Kampung Halaman, Sri Sultan HB X: Coba Tinggal Sementara 2 Minggu

dr Tirta menjelaskan bahwa jumlah pasien Covid-19 yang semakin membengkak adalah penyebab utama naiknya angka kematian pasien Covid-19.

"Ketidakcukupan tempat pelayanan, membludak," kata dr Tirta.

"Jadi sekarang itu adalah rujukannya cukup, tapi banyak pasien yang ketolak, karena banyak orang yang datang ke sini kondisinya sudah memburuk," sambungnya.

dr Tirta mengusulkan sebuah solusi untuk mengurangi angka kematian pasien Covid-19.

Ia menjelaskan hal yang harus dihentikan adalah tingkat persebaran Covid-19.

"Saran saya untuk mencegah mortality rate (tingkat kematian) semakin tinggi, itu kita harus mengendalikan infection rate-nya (tingkat persebaran virus -red), karena garda di depan sudah down ini," ujar pria lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut.

dr Tirta menyinggung korban meninggal tenaga medis juga harus dianggap sebagai sesuatu yang darurat.

>>> Baca Selengkapnya

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: TribunWow.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas