Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hadapi Virus Corona, Jokowi Minta Proses Perizinan Alat Kesehatan Jangan Dihambat

Ia juga meminta kementerian terkait untuk tidak menghambat proses perizinan karena alasan standarisasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hadapi Virus Corona, Jokowi Minta Proses Perizinan Alat Kesehatan Jangan Dihambat
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
JASA JAHIT BAJU HAZMAT- Pekerja di usaha konveksi Aldo milik Dodi di kawasan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, kembali bergairah, setelah sempat mati suri akibat terdampak wabah Covid-19, Selasa (7/4/2020). Dodi mengalihkan usahanya yang semula menjahit pakaian dan kaos oblong kini beralih ke pembuatan alat pelindung diri berupa baju hazmat setelah mendapat pesanan dari seorang rekannya, Dodi mematok harga jasa menjahit baju hazmat yang dibuatnya dari bahan parasut sebesar Rp 6 Ribu/baju hazmat. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar manajemen yang berkaitan dengan ekspor dan kebutuhan dalam negeri, yakni produksi alat-alat kesehatan untuk penanganan virus corona (Covid-19) benar-benar diatur.

Sebab, sejumlah negara yang terdampak Covid-19 berebut untuk mendapatkan alat kesehatan untuk melakukan penanganan.

Baca: Catatan BPS: Ekspor Meningkat Tipis 0,23 Persen

Misalnya, Alat Pelindung Diri (APD) hingga ventilator.

Presiden pun mengingatkan agar potensi industri dalam negeri terus ditingkatkan.

Terutama, obat-obatan, APD, produksi masker hingga ventilator.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat rapat terbatas terkait Optimalisasi Industri Dalam Negeri Untuk Penanganan Covid-19 melalui video konferensi, Rabu (15/4/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita harus melihat kembali seluruh potensi sumber daya yang kita miliki di negera kita terutama industri dalam negeri kita dalam memproduksi alat-alat kesehatan yang dibutuhkan dalam penanganan Covid," kata Jokowi.

"Baik itu yang berkaitan dengan industri bahan baku, obat, farmasi, vitoframaka, yang berkaitan dengan APD, yang berkaitan dengan industri masker atau yang berkaitan dengan industri ventilator," tambahnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar manajemen ekspor dan kebutuhan APD dalam negeri diatur lebih baik lagi.

Baca: Jokowi Gunakan Aplikasi Baru untuk Rapat Virtual, Alasannya Agar Sulit Dilacak

Kepala Negara meminta agar jangan semua APD serta peralatan kesehatan lainnya yang produksi dalam negeri diekspor ke luar negeri.

"Agar diatur betul manajemennya yang berkaitan dengan ekspor dan kebutuhan dalam negeri jangan sampai semuanya diekspor, dalam negeri malah kita tidak dapat, diatur ini diatur sebaik-baiknya manajemennya. Baik itu yang saya lihat APD kita bisa produksi banyak, baik itu yang berkaitan dengan masker kita bisa produksi banyak, agar ini diatur," jelas Jokowi.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas