Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pembangunan RS Akademi UGM Sebagai Rujukan Corona Dilanjutkan, Target Akhir Mei 2020 Rampung

RS UHM itu akan dijadikan sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 atau corona di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah sempat dibangun namun terhenti.

Pembangunan RS Akademi UGM Sebagai Rujukan Corona Dilanjutkan, Target Akhir Mei 2020 Rampung
Istimewa
Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (13/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Akademi Universitas Gajah Mada (UGM).

RS UHM itu akan dijadikan sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 atau corona di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah sempat dibangun namun terhenti pada tahun 2010 dengan progres saat itu 75 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penyelesaian RS Akademi UGM tersebut merupakan bagian dari refocussing kegiatan Kementerian PUPR sebesar Rp 1,82 triliun untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19.

Basuki menjelaskan, RS rujukan tersebut akan memiliki kapasitas 107 tempat tidur untuk rawat inap, ruang tindakan dan ruang isolasi.

"Berdasarkan hasil penilaian teknis Balitbang PUPR, secara struktur gedung RS masih baik dan bisa dipakai. Dengan demikian, penyelesaian RS ini tidak memakan waktu terlalu lama," ujarnya melalui ketarangan resmi di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Sementara, target selesai adalah pada minggu ke-4 Mei 2020 yang terdiri dari dua gedung masing-masing terdiri dari lima lantai dengan luas seluruhnya sekitar 8.600 meter persegi.

Pembangunan lanjutan RS Akademi UGM ini, dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor PT Adhi Karya.

Baca: Wanita Asal Jawa Tengah Dibunuh Perampok Sadis di Depok, Mayatnya Disimpan Dipinggir Setu

"Pekerjaan perbaikan struktur berupa pekerjaan screed beton (lapisan halus di atas beton atau plester), perkuatan baja, dan perbaikan membran," kata Basuki.

Saat ini, progres pekerjaan screed beton dan perbaikan membran pada Gedung A Yudhistira saat ini sudah 100 persen, sedangkan untuk perkuatan baja masih 10 persen dengan target selesai 29 April 2020.

Selanjutnya, untuk perbaikan struktur di Gedung B Arjuna saat ini untuk pekerjaan screed beton sudah 80 persen, perkuatan baja 10 persen, dan perbaikan membran yang baru dimulai dengan target seluruhnya selesai pada akhir April 2020.

Total sebanyak 139 pekerja dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan RS Akademi UGM tersebut, dimana pelaksanaanya tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 yakni menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas