Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nasib WNI di Kapal Asing

Dubes Umar Hadi Sampaikan Keprihatinan dan Keseriusan Bantu Permasalahan ABK WNI Kapal Long Xin

Umar Hadi merasa prihatin atas beredarnya video warga negara Indonesia (WNI) di Kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok, Long Xin 629.

Dubes Umar Hadi Sampaikan Keprihatinan dan Keseriusan Bantu Permasalahan ABK WNI Kapal Long Xin
Tribunnews.com/ Larasati Dyah Utami
SC Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi Kamis (7/5/2020) dalam video. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi merasa prihatin atas beredarnya video warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok, Long Xin 629.

KBRI Seoul terus memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut.

Dalam video berdurasi sekiranya 4 menit, Umar Hadi menyampaikan kronologi terkait permasalahan ABK WNI tersebut.

Baca: Singgung Kerjaan dan Urusan Rumah Tangga, Dian Sastro: Keseimbangan Adalah Mitos

"Sebetulnya 15 WNI ABK berbendera Tiongkok yang merapat di Busan, mereka bukan awak kapal yang merapat tersebut, melainkan awak kapal yang dipindahkan dari kapal lain," ujar Umar Hadi, Kamis (7/5/2020) dalam video.

Karena itu otoritas Korea Selatan menganggap mereka sebagai penumpang dan karena itu para ABK harus menjalani karantina selama 14 hari di Kota Busan, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah setempat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Selama mereka di karantina di Kota Busan sejak tanggal 24 April, satu diantaranya memang sudah sakit keras sejak turun dari kapal. Kemudian kita fasilitasi ke rumah sakit, namun yang bersangkutan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 29 April dengan diagnosa terkena pneumonia," ujarnya.

Baca: Gubernur Ganjar Bentuk Tim Khusus Cari Orang Yang Ikut Ijtima Gowa Menelusuri Penularan Covid-19

ABK tersebut diketahui berinisial EP.

Selanjutnya pihak KBRI akan mengurus kepulangan jenazah bersama 14 WNI lainnya pada 8 Mei 2020.

"Jenazah almarhumah sedang kami urus, Insya Allah akan dipulangkan ke keluarganya di tanah air dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Umar Hadi.

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas