Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Raya Waisak Dihitung Berdasar Kalender BE, Kenali Perbedaannya dengan Kalender Masehi

Pada Kamis (7/5/2020) ini umat Buddha memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2564 BE.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rizki Aningtyas Tiara
zoom-in Hari Raya Waisak Dihitung Berdasar Kalender BE, Kenali Perbedaannya dengan Kalender Masehi
Tribun Jogja/Alexander Ermando
Panggung utama perayaan Waisak 2562 BE di Candi Sewu, Prambanan, Selasa (29/5/2018). TRIBUN JOGJA/ALEXANDER ERMANDO 

TRIBUNNEWS.COM - Pada Kamis (7/5/2020) ini umat Buddha memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2564 BE.

Jika diperhatikan, setiap tahunnya Waisak selalu diperingati di tanggal yang berbeda-beda.

Misalnya pada tahun 2019 lalu, Hari Raya Waisak jatuh pada tanggal 19 Mei.

Sementara tahun ini jatuh pada 7 Mei.

 Kumpulan Ucapan Hari Waisak 2564 BE, Kamis 7 Mei 2020, untuk Dikirim ke Saudara atau Update Medsos

Rupanya, perubahan tanggal ini disebabkan lantaran perayaan Waisak dihitung menurut penanggalan Buddha atau biasa dikenal BE.

Sistem penanggalan ini berbeda dengan kalender Masehi.

Ilustrasi Waisak
Ilustrasi Waisak (TribunKaltim)

Lalu apa perbedaannya dengan penanggalan Masehi?

Rekomendasi Untuk Anda

Dikutip dari laman Bobo, BE merupakan singkatan dari Buddhist Era.

Perhitungan kalender Buddha sendiri dimulai sejak sang Buddha wafat atau paranibbana pada usia 80 tahun.

Untuk diketahui, sang Buddha lahir pada tahun 634 Sebelum Masehi (SM) dan wafat pada 544 SM.

HALAMAN SELENGKAPNYA>>>

Sumber: Tribun Palu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas