Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

‎Mabes Polri Konfirmasi Penyidiknya Berada di Sultra Usut Penambangan di Hutan Lindung

Argo menjamin para penyidik tersebut ‎sudah melaksanakan protokol Covid-19 di Jakarta dengan membawa surat keterangan

‎Mabes Polri Konfirmasi Penyidiknya Berada di Sultra Usut Penambangan di Hutan Lindung
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan keberadaan penyidik Bareskrim dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) yang melakukan perjalanan dinas ke Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Benar penyidik Tipidter Bareskrim melakukan perjalanan dinas ke Provinsi Sultra dalam rangka melengkapi berkas penyidikan kasus penambangan di hutan lindung,” ujar Argo dalam keterangannya, Kamis (7/5/2020).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini juga membenarkan penyidik Bareskrim bertolak dari Jakarta ke Sultra menggunakan jet yang disewa dan mendarat di Bandara Halu Oleo, Selasa (5/5/2020).

Baca: Didesak Selidiki Kasus Kebocoran Data Tokopedia, Ini Jawaban Polri

Baca: Polri Akui Ada Kenaikan Kualitas dan Kuantitas Kejahatan Jalanan Selama Wabah Corona

Baca: Mabes Polri: Said Didu Diperiksa Setelah PSBB Jakarta Selesai

‎"Karena waktu penyidikan dalam kawasan hutan lindung hanya tersisa 38 hari dari batas waktu 90 hari. Sehingga tim terbang dari Bandara Soetta menuju Bandara Halu Oleo, Kendari dengan mencarter jet komersil lantaran terbatasnya penerbangan ditengah pandemik Covid-19 atau virus corona," ungkap Argo.

Argo menjamin para penyidik tersebut ‎sudah melaksanakan protokol Covid-19 di Jakarta dengan membawa surat keterangan kesehatan, membawa surat tugas dari Polri, ada hasil rapid test, dan mengisi kartu kewaspadaan kesehatan atau HAC.

‎“Polri, hanya ingin merampungkan perkara tindak pidana kehutanan. Jika tidak dilakukan penindakan, dikhawatirkan akan bertambah luas kerusakan lingkungan di kawasan hutan lindung tersebut dan dapat berakibat merugikan ke anak cucu nantinya,” tambah jenderal bintang satu itu.

Lebih lanjut ‎Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kota Kendari, La Ode Muhammad Hajar Doni menyampaikan, kedatangan jet komersil yang ditumpangi penyidik Ditipidter Bareskrim Polri mendatar di Bandara Halu Oleo, Kendari pada Selasa (5/5/2020) pukul 19.45 Wita

La Ode memastikan, semua orang yang masuk ke Bandara Halu Oleo, Kendari termasuk penyidik Bareskrim telah dilakukan pemeriksaan dengan protokol kesehatan.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas