Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KPAI Minta Pemerintah Dengarkan Saran Epidemiologi dan IDAI Sebelum Membuka Sekolah

Retno Listyarti meminta pemerintah mempertimbangkan dengan sangat matang untuk sebelum membuka kembali sekolah.

KPAI Minta Pemerintah Dengarkan Saran Epidemiologi dan IDAI Sebelum Membuka Sekolah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Bulan Juli, murid sekolah akan kembali masuk sekolah seperti sebelum masa pandemi corona. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta pemerintah mempertimbangkan dengan sangat matang untuk sebelum membuka kembali sekolah.

Menurut Retno, keselamatan anak-anak harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Baca: Tak Gelar Salat Idul Fitri 1441 H, Masjid Istiqlal Selenggarakan Takbir Akbar Virtual

"Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus super hati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan membuka sekolah. Keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama saat pemerintah hendak memgambil kebijakan menyangkut anak," ujar Retno melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2020).

Menurut Retno, pertimbangan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para pakar epidemiologi wajib didengarkan oleh pemerintah.

Retno menyebut IDAI adalah ahli yang masukannya harus dijadikan pertimbangan.

"KPAI mendorong Pemerintah dan Gugus Tugas Covid 19 untuk melibatkan IDAI dan para pakar Epidemiologi sebelum membuka sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021, tepatnya Juli 2020 nanti," ucap Retno.

Pemerintah, menurut Retno harus berkaca dari negara lain yang telah membuka sekolah. Namun banyak temuan kasus siswa dan guru tertular virus corona.

"Beberapa negara di Eropa yang memiliki sistem kesehatan yang baik, dan membuka sekolah juga dengan persiapan yang matang dan protokol kesehatan yang ketat. Ternyata juga tidak aman dan malah menimbulkan kluster baru di lingkungan sekolah, karena beberapa siswa dan guru tertular covid 19 hanya dalam hitungan minggu," pungkas Retno.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas