Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hari Lahir Pancasila

Anis Matta Nilai Pancasila Jadi Solusi Menjawab Tantangan dan Krisis Global Berlarut

Anis Matta mengatakan kehadiran Partai Gelora untuk mempertajam akal kolektif bangsa di saat dunia sedang mengalami krisis global yang berlarut.

Anis Matta Nilai Pancasila Jadi Solusi Menjawab Tantangan dan Krisis Global Berlarut
Istimewa
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta mengatakan Pancasila lahir dari pemikiran kolektif atau yang dia sebut sebagai akal kolektif bangsa.

Menurutnya, perbedaan dan beragam identitas yang ada di Indonesia melebur melalui akal kolektif yang direpresentasikan di dalam Pancasila.

Namun, penyatuan tersebut tidak menghilangkan sedikit pun identitas-identitas kecil dalam bingkai bangsa Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran menteri hingga kepala lembaga memperingati hari lahir Pancasila, Senin (1/6/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran menteri hingga kepala lembaga memperingati hari lahir Pancasila, Senin (1/6/2020). (Capture YouTube Sekretariat Presiden)

"Identitas kecil itu dilebur dalam satu identitas besar dengan menggunakan alat akal kolektif yang dahsyat dan itulah yang terumuskan di dalam Pancasila. Jadi Pancasila itu adalah akal kolektif bangsa," kata Anis dalam acara Halal bi Halal Partai Gelora secara virtual, Minggu (31/5/2020).

Anis Matta mengatakan kehadiran Partai Gelora untuk mempertajam akal kolektif bangsa di saat dunia sedang mengalami krisis global yang berlarut.

Sebab, kini terlalu banyak ruang ketidaktahuan dan terlalu banyak ruang ketidakjelasan serta ketidapastian yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Baca: Sosok Artis DS yang Ditangkap Polisi Akibat Narkoba, Sosoknya Aktif di Sinetron dan Film

"Dan ini menyebabkan kita membutuhkan lebih banyak akal untuk memikirkannya, untuk merumuskan suatu peta jalan baru," ucapnya.

Dia menilai Indonesia harus merumuskan peta jalan baru untuk bisa melewatu krisis global berlarut ini.

Karena itu, semua pihak harus memberikan ruang bagi akal kolektif bangsa Indonesia untuk bekerja.

"Ini adalah satu situasi yang dihadapi oleh semua negara sekarang ini dan kita hanya mungkin bisa merumuskan peta jalan baru itu jika kita memberikan ruang bagi akal kolektif bangsa Indonesia untuk bekerja," ujar Anis Matta.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran menteri hingga kepala lembaga memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran menteri hingga kepala lembaga memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2020). (Capture YouTube Sekretariat Presiden)

Lebih lanjut, Anis menilai akal kolektif bangsa Indonesia itu luar biasa dahsyat kemampuannya.

Dia mengatakan Indonesia merupakan negara modern yang lahir di abad ke-20 yang memiliki falsafah berbangsa dan bernegara paling kokoh ketimbang negara lainnya.

Baca: Jokowi Ajak Masyarakat Tanamkan Nilai Luhur Pancasila dalam Sendi Kehidupan

"Karena itu Pancasila ini menjadi ikatan yang mencegah terjadinya disintegrasi sepanjang sejarah kita. Sebab fondasi untuk menjadi bangsa barunya itu terlalu kokoh, imajinasi kolektifnya luar biasa tetapi kristalisasi dari imajinasi kolektif kita itu di dalam satu falsafah yang tertulis yang menjadi dasar dari negara kita juga terlalu kuat," kata dia.

"Oleh karena akal kolektif itu pula yang sekarang ingin kita hidupkan kembali dalam perjalanan sejarah ketika kita sedang menghadapi satu krisis berlarut di mana sesuatunya itu menghadapi problem," ujarnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas