Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bulan Bung Karno

PDIP : Pancasila Membangun Persaudaraan Dunia

"Radikalisme di dasarkan oleh ideologi yang tidak sesuai dengan sila ketuhanan dan anti kemanusiaan," sambungnya

PDIP : Pancasila Membangun Persaudaraan Dunia
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat konferensi pers secara virtual, Jakarta, Rabu (27/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut pancasila sebagai ideologi dunia berbeda dan bertentangan dengan kapitalisme-liberalisme, maupun
marxisme-leninisme.

Menurut Hasto, keduanya mengandung benih-benih imperialisme kolonialisme, sementara Pancasila bercita-cita membangun persaudaraan dunia.

Baca: LBH Jakarta: Kasus George Floyd Harus Jadi Pembelajaran bagi Polri 

“Berbagai bentuk radikalisme juga tidak sesuai dengan Pancasila. Sebab Indonesia adalah negara kebangsaan yang berdiri kokoh di atas semua paham individu atau golongan," kata Hasto dalam keterangannya, Jakarta, Senin (1/6/2020).

"Radikalisme di dasarkan oleh ideologi yang tidak sesuai dengan sila ketuhanan dan anti kemanusiaan," sambungnya.

Menurutnya, PDI Perjuangan percaya bahwa dengan caranya, para pemuda Indonesia memahami api Pancasila yang membawa semangat pembebasan tersebut.

“Dalam tantangan kekinian, maka membumikan Pancasila difokuskan pada upaya mewujudkan keadilan sosial. Keadilan yang harus diperjuangkan secara progresif, dan penuh dengan nilai kemanusiaan yang menolak segala bentuk penindasan," paparnya.

Hasto menyebut, optimisme PDI Perjuangan pada jalan Pancasila tersebut juga ditegaskan oleh Ketua Umum Partai Megawati Soekarnoputri.

“Akhir-akhir ini saya sungguh bangga bahwa Indonesia diakui nomor satu di dunia dalam kerja gotong royong. Ini modal kita untuk percaya diri dan hadir sebagai bangsa yang berdaulat, berdikari dan bangga dengan kebudayaan kita sendiri,” ujar Megawati Soekarnoputri sebagaimana dikutip Hasto.

Diketahui, sejak 2020 PDI Perjuangan menyebut Juni sebagai bulan Bung Karno karena kelahiran Pancasila pada 1 Juni, 6 Juni 1901 Bung Karno lahir, dan pada 21 Juni 1970 Bung Karno wafat.

Baca: WALHI: UU Minerba Bisa Merusak Kehidupan dari Hulu Sampai Hilir

Digelar berbagai kegiatan untuk melanjutkan ide, gagasan, pemikiran, cita-cita, dan perjuangan Bung Karno, Proklamator, dan Bapak Bangsa Indonesia.

Untuk 2020, karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, maka akan dilakukan secara daring, melalui teleconference, webinar, dan utilisasi seluruh sosial media.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas