Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Arist Merdeka Sirait Minta Jokowi Tunda Waktu Masuk Sekolah hingga Indonesia Bebas Corona

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, meminta Presiden Jowowi untuk menunda waktu masuk sekolah hingga Indonesia dinyatakan bebas

Arist Merdeka Sirait Minta Jokowi Tunda Waktu Masuk Sekolah hingga Indonesia Bebas Corona
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Bulan Juli, murid sekolah akan kembali masuk sekolah seperti sebelum masa pandemi corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunda waktu masuk sekolah hingga Indonesia dinyatakan bebas virus corona.

Menurut Arist, penundaan harus dipikirkan lantaran pemerintah belum bisa memastikan bebasnya wilayah Indonesia dari virus yang menyerang sistem pernapasan ini.

Selain itu, virus bernama lengkap Corona Virus Disease (Covid-19) belum ditemukan vaksinya.

"Demi kepentingan terbaik dan hak hidup anak, Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia meminta Presiden Republik Indonesia untuk memperpanjang masa sekolah jarak jauh (sekolah di rumah saja-red) sampai Indonesia dinyatakan bebas dari corona," ucap dia dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2020).

Arist melanjutkan, permintaannya juga tidak lepas dari adanya korban paparan Covid-19 yang tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga menyerang anak-anak usia sekolah.

Dikutip dari covid19.go.id per 3 Juni 2020, dari total keseluruhan pasien positif Covid-19, terdapat 5,5 persen pasien masih berusia sekolah, yakni 6 hingga 17 tahun.

Oleh karena itu, Arist kembali menekankan pemerintah Indonesia untuk tidak menerapkan program the new normal back to school bagi anak-anak usia pendidikan dasar dan menengah.

Arist menambahkan, penundaan waktu masuk sekolah juga secara langsung melindungi bangsa ini terancam kehilangan generasi (the lost generation).

Baca: Nasib PSBB Jakarta Masih Menggantung, Anies Batalkan Konpres & Hoaks Surat Keputusan Perpanjangan

"Ini sesuai dengan imbauan dan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Juga dari laporan juga laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, bahwa sudah banyak anak ditemukan positif terpapar virus corona."

"Dengan rasa simpatik dan peduli anak, saya mengingatkan jangan grusa-grusu dalam menerapkan tatanan new normal dalam sekor pendidikan yakni mengembalikan anak ke sekolah," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas