Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nurhadi Tertangkap

KPK Kembangkan Kasus Nurhadi dari Barang-Barang Hasil Penggeledahan

Namun KPK hingga saat ini belum bisa menentukan apakah barang-barang yang dibawa akan disita atau tidak

KPK Kembangkan Kasus Nurhadi dari Barang-Barang Hasil Penggeledahan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (tengah) memakai baju tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020). KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono yang sudah buron selama empat bulan terkait kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) Ali Fikri mengatakan, saat ini penyidik tengah mengembangkan kasus yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Pengembangan diperoleh dari setiap keterangan saksi-saksi maupun barang-barang yang diamankan dari hasil penggeledahan.

Baca: Dituding Sandera Nurhadi, Kuasa Hukum Novel Baswedan: Neta Fitnah, Mau Intervensi KPK

"Penyidik KPK tentu akan mendalami setiap informasi," kata Ali lewat pesan singkat, Senin (8/6/2020).

Diketahui tim KPK membawa 3 unit kendaraan, uang, dokumen, serta barang bukti elektronik saat menangkap Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono di sebuah rumah kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020) malam.

Namun KPK hingga saat ini belum bisa menentukan apakah barang-barang yang dibawa akan disita atau tidak.

Penyidik masih menganalisis keterkaitan barang-barang tersebut dengan para tersangka.

Ali kemudian mengatakan bahwa KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk mengembangkan kasus Nurhadi ke arah dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Bahwa tentu sangat memungkinkan untuk dikembangkan ke arah dugaan TPPU, sejauh dari hasil penyidikan saat ini ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka TPPU," katanya.

Namun, kata dia, saat ini penyidik KPK akan fokus terlebih dahulu pada penguatan pembuktian unsur pasal-pasal yang dipersangkakan saat ini untuk tersangka Nurhadi dalam kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada tahun 2011-2016.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas