Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tantangan Pengelolaan Sampah Dianggap Makin Berat di Masa Mendatang

Dibandingkan negara lain, dalam penanganan sampah dI Indonesia peran masyarakat cukup menonjol.

Tantangan Pengelolaan Sampah Dianggap Makin Berat di Masa Mendatang
Ist
Menteri LHK Siti Nurbaya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dibandingkan negara lain, dalam penanganan sampah dI Indonesia peran masyarakat cukup menonjol.

Di sisi lain langkah dan upaya penataan kebijakan dan regulasi terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dinamika persoalan sampah dan lingkungan.

Hal ini dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar di sela-sela pemberian penghargaan kepada Presiden Direktur PT. Tirta Investama (Danone-AQUA), Corine Tap secara virtual, Selasa (9/6/2020).

Dikatakannya, meski tantangan dalam pengelolaan sampah semakin berat ke depan, tapi dirinya tetap optimis akan dapat menghadapi dan mengatasinya.

"Optimisme itu tetap terus tumbuh, karena sudah banyak yang kita lakukan dengan hasil yang cukup positif dan saya tahu persis dukungan masyarakat makin menguat dari dari tahun ke tahun," kata Siti.

Menteri Siti Nurbaya mengapresiasi langkah proaktif dan konkrit yang telah dilakukan oleh para penerima penghargaan untuk mengurangi sampah dari kegiatan usahanya sekaligus langkah nyata peta jalan pengurangan sampah oleh produsen sebagaimana diatur dalam Permen 75/2019.

"Ini merupakan benchmark penting bagi produsen bahwa peraturan lingkungan hidup tidak harus menjadi hambatan bagi sektor bisnis," katanya.

Kegiatan bisnis yang selalu menjaga keselasaran dan keberlanjutan lingkungan adalah bisnis masa depan.

Presiden Direktur PT. Tirta Investama (Danone-AQUA), Corine Tap mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang telah mendorong dan mendukung pihak swasta untuk terus berinovasi dalam mengelola sampah kemasannya.

“Penghargaan dari KLHK ini mendorong kami untuk terus berinovasi dan mencari cara dalam mengelola sampah kemasan kami,” katanya.

Corine menambahkan, pihaknya akan berinovasi dan menemukan cara untuk mengelola dan mengurangi sampah kemasan, memulihkan lebih banyak kemasan daripada yang kami gunakan pada tahun 2025.

“Kami menargetkan di tahun 2025 kami dapat mencapai ambisi kami untuk mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang kami gunakan, memastikan seluruh kemasan kami dapat didaur ulang, serta meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam botol kami menjadi 50 persen,” kata Corine.

"Pada saat yang sama mempromosikan dan mengembangkan model pengelolaan sampah yang inklusif bersama dengan pemulung, bank sampah dan TPS3R,” katanya.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas