Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nasib WNI di Kapal Asing

Polisi Sebut 2 ABK yang Lompat Dari Kapal Ikan China di Laut Karimun Masih Syok dan Jalani Konseling

Polri terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa dua WNI yang bekerja sebagai ABK di kapal ikan China Fu Lu Qing.

Polisi Sebut 2 ABK yang Lompat Dari Kapal Ikan China di Laut Karimun Masih Syok dan Jalani Konseling
Tribun Batam
Dua WNI ABK kapal asing, Andri dan Reynalfi saat berada di Polsek Tebing, Sabtu (6/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Polri terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa dua WNI yang bekerja sebagai ABK di kapal ikan China Fu Lu Qing Yuan Yu 901.

Diketahui, kedua WNI tersebut nekat melompat dari kapal ikan Fu Lu Qing Yuan Yu 901 karena tidak tahan disiksa.

Setelah lompat, kedua ABK tersebut berusaha ‎bertahan hidup di laut selama tujuh jam hingga akhirnya diselamatkan nelayan di perairan Pulau Karimun, ‎Kepulauan Riau (Kepri).

Baca: Update Corona Global 11 Juni 2020 Sore: 7,4 Juta Orang Terinfeksi, AS Tembus 2 Juta Kasus

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan saat ini kedua ABK asal NTB dan Pematangsiantar itu dalam keadaan syok berat.

"‎Perkembangan penyelidikan 2 ABK Kapal ikan Fu Lu Qing Yuan Yu 901 meraka saat ini masih syok yang cukup berat dan menjalani konseling," ujar Awi Setiyono di Bareskrim Polri, ‎Kamis (11/6/2020).

Jenderal bintang satu ini menjelaskan meski dua ABK tersebut masih syok, penyidik sudah mendapatkan beberapa informasi dari keduanya.

Baca: Kisah 2 WNI Nekat Terjun ke Laut Kabur Dari Kapal Ikan China: Pasrah 7 Jam Mengapung di Laut Karimun

Informasi itulah yang diselidiki dan dikembangkan penyidik hingga ditangkap satu tersangka, inisial SF (44) di kediamannya, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat oleh Ditreskrimum Polda Kepri yang menangani kasus ini.

"‎Keterangan yang mereka berikan memang belum optimal. Tapi penyidik sudah mendapatkan nama kapal, nama-nama dari kru kapal, termasuk nama orang yang merekrut mereka. Anggota langsung bergerak untuk mengungkap kasus ini," katanya.

Baca: Sehari Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung, Pria di Karimun Pernah Cerita Ingin Bunuh Diri

Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (11/6/2020) menuturkan selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa KTP, buku rekening, dan handphone milik pelaku.

Halaman
1234
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas