Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bulan Bung Karno

Bung Karno Wujudkan Prinsip Seni Budaya Sebagai Napas Perjuangan

Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengingatkan pentingnya melestarikan kebudayaan bangsa sendiri

Bung Karno Wujudkan Prinsip Seni Budaya Sebagai Napas Perjuangan
repro kompas.com
Bung Karno diapit dua jenderal Angkatan Darat, AH Nasution (kiri) dan Soeharto. Ketiganya tertawa lebar saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, tahun 1966. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengingatkan pentingnya melestarikan kebudayaan bangsa sendiri, terutama di tengah maraknya kebudayaan populer asing di Indonesia.

Disampaikan Djarot dalam webinar Bulan Bung Karno yang kedua dengan tema 'Rakyat Sumber Kebudayaan Nasional' yang digelar dalam rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2020 yang dimulai sejak 1 Juni lalu.

Djarot, sebagai Ketua Panitia Perayaan Bulan Bung Karno 2020 menjelaskan, Proklamator RI Soekarno mengingatkan kebudayaan dalam bentuk kreasi kultural, seperti seni musik, lagu, dan tari, jangan dianggap sebagai hiburan semata.

"Saya bukan bilang budaya asing tak boleh masuk. Namun hendaknya budaya asing difilter dan disesuaikan dengan budaya bangsa sendiri," ujar Djarot.

Baca: Webinar Bulan Bung Karno, Azwar Anas: Budaya Lokal Bisa Menyejahterakan

Sebab, menurut Djarot, kebudayaan merupakan sumber utama dari kerja penguatan jiwa sebuah bangsa. Semuanya merupakan proses esensial dari pembangunan sebuah bangsa dan negara. Kebudayaan asli sebuah bangsa tak boleh terkikis.

Saat ini, arus industri budaya pop asing seperti K-Pop, produk-produk dari Hollywood dan Bollywood dalam bentuk film, lagu, dan lain sebagainya, tengah masif di Indonesia.

"Sudah saatnya bangsa Indonesia menyadari sepenuhnya bagaimana harus mengambil aksi dalam berkebudayaan," tutur Djarot.

Baca: Anies: Evaluasi Mal Akan Dilakukan Setelah Beberapa Hari

Djarot mengatakan, kebudayaan bisa dilestarikan jika kesadaran akan situasi yang ada ditularkan lewat proses pendidikan di keluarga dan sekitar kita sendiri. Baik lingkungan sekolah, hingga yang kita temui sehari-hari.

"Dengan melakukan itu, pengayaan budaya lokal kita akan makin lestari dan kita sebagai bangsa takkan terkikis dengan budaya bangsa luar yang belum tentu sesuai budaya bangsa kita," imbuh Djarot.

Baca: Update Daftar Harga HP Samsung Juni 2020, Galaxy S20+ BTS Edition Resmi Dirilis

Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia punya 742 bahasa daerah hingga 7241 karya budaya berbentuk tarian/lagu, gambar, patung, pakaian adat hingga kuliner daerah.

Halaman
12
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas