Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

RUU HIP

Aria Bima Sebut Trisila serta Ekasila dalam RUU HIP Bukan dari PDIP, Ketua PA 212: Lalu dari Mana?

PDIP menegaskan bahwa konsep Trisila dan Ekasila dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) bukan dari berasal dari PDIP

Aria Bima Sebut Trisila serta Ekasila dalam RUU HIP Bukan dari PDIP, Ketua PA 212: Lalu dari Mana?
YouTube Talk Show tvOne
Politisi PDIP Aria Bima dalam saluran YouTube Talk Show tvOne, Kamis (5/3/2020). 

Sehingga dirinya tidak ingin mengucapkannya dalam forum tersebut. 

Seperti diketahui Trisila dan Ekasila menjadi bahasan pelik lantaran terdapat dalam dalam RUU HIP.

Dua konsep itu tersemat dalam Pasal 6 draf RUU HIP.

Baca: Ribuan Orang Demo DPRD Purwakarta Tolak Paham Komunis dan RUU HIP

Baca: Disangkutpautkan dengan PKI hingga Benderanya Dibakar dalam Penolakan RUU HIP, Begini Reaksi PDIP

Baca: Temui Said Aqil, AHY Sebut Demokrat dan PBNU Sepakat Tolak RUU HIP

Pasal 6 ayat (1) RUU HIP menyebut ada tiga ciri pokok Pancasila yang bernama Trisila, yaitu Ketuhanan, Nasionalisme, dan Gotong-royong.

Lalu pada ayat (2), Trisila dikristalisasi dalam Ekasila, yaitu gotong-royong.

Selain itu Slamet Maarif juga mengatakan pasal 6 dalam RUU HIP tersebut sangat gamblang bahwa PDIP  berupaya untuk mengubah Pancasila.

Ketua DPP PDI Perjuangan Aria Bima usai diskusi bertajuk Membaca Kongres PDIP: Who Will Be The Next? di Kantor Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).
Ketua DPP PDI Perjuangan Aria Bima usai diskusi bertajuk Membaca Kongres PDIP: Who Will Be The Next? di Kantor Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019). (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

"Indikasinya akan dipaksakan lewat undang-undang, bahkan pada pasal 10 pada anggaran dasar PDIP, mereka menginginkan Pancasila 1 Juni untuk kebijakan negara Indonesia dan ini bertentangan dengan apa yang sudah disepakati oleh pendiri bangsa dan negara ini," tegasnya.

"Makanya wajar apabila ada yang teriak komunis dan langsung mengidentikkan dengan PDIP."

Aria Bima pun menyayangkan soal tanggapan yang diucapkan Slamet Maarif.

Pihaknya berujar kata Pancasila itu dirumuskan oleh Bung Karno menggali dari apa yang ada di Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: garudea prabawati
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas