Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Walhi dan Greenpeace Ajak Masyarakat Tak Gunakan Air Minum dalam Kemasan Galon Sekali Pakai

Para pegiat lingkungan sangat kecewa dengan perlakuan produsen yang menjual produk AMDK galon sekali pakai dengan segala bentuk kampanyenya

Walhi dan Greenpeace Ajak Masyarakat Tak Gunakan Air Minum dalam Kemasan Galon Sekali Pakai
istimewa
Galon guna ulang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - WALHI dan GREENPEACE, dua organisasi besar pegiat lingkungan memperingatkan bahaya air minum dalam kemasan (AMDK) galon sekali pakai bagi lingkungan.

Oleh karena itu, kedua oragnisasi tersebut mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan air minum galon sekali pakai.

Para pegiat lingkungan sangat kecewa dengan perlakuan produsen yang menjual produk AMDK galon sekali pakai dengan segala bentuk kampanyenya.

Produsen itu dinilai bukannya membantu program pemerintah untuk mengurangi masalah sampah, malah menciptakan masalah sampah baru di masyarakat.

“Harusnya itu tidak dibenarkan karena itu membawa kita ke keadaan kembali ke belakang, ke penggunaan plastik sekali pakai. Karenanya, kami meminta masyarakat agar tidak menggunakan produk ini sesuai dengan tuntutan kita dalam kampanye bebas plastik, yaitu menolak plastik sekali pakai,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi dalam acara webinar “Community & Media Gathering Pawai Bebas Plastik 2020” yang digelar Selasa (30/6/2020).

Dia juga mengatakan tidak heran dengan perlakuan produsen tersebut yang tidak mau mendukung permasalahan lingkungan dengan produk yang dikeluarkan.

“Saya tidak heran, terlebih lagi produsen AMDK galon sekali pakai tersebut terlibat dalam berbagai kasus yang ditemukan Walhi, di mana dalam pengambilan airnya juga banyak menimbulkan konflik di masyarakat termasuk permasalahan lahan dan sumber air,” ungkapnya.

Gerakan Kampanye Bebas Plastik menurutnya akan tetap menyerukan pentingnya industri atau produsen harus bertanggung jawab atas pencemaran yang merusak lingkungan yang disebabkan oleh produk yang tidak terurai oleh alam.

Hal senada juga diungkapkan Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia Muharram Atha Rasyadi.

Salah satu tuntutan kampanye bebas plastik adalah ingin mendorong para produsen agar berbenah.

Halaman
12
Penulis: Toni Bramantoro
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas