Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pasukan TNI untuk PBB Gugur di Kongo

Panglima TNI: Semua Hak Pelda Anumerta Rama Wahyudi Hari Ini Beres

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan semua hak Pelda Anumerta Rama Wahyudi, telah dituntaskan.

Panglima TNI: Semua Hak Pelda Anumerta Rama Wahyudi Hari Ini Beres
HO/tri bun medan
Serma Rama Wahyudi saat berdinas sebagai prajurit TNI-AD 

Ditempat yang sama,Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang mengatakan PBB juga sedang melakukan investigasi terkait dengan kejadian yang menyebabkan gugurnya Pelda Anumerta Rama tersebut.

Victor mengatakan jika nanti berdasarkan hasil investigasi PBB Pelda Anumerta Rama jika kejadian tersebut tidak disebabkan oleh yang bersangkutan maka Pelda Anumerta berhak mendapatkan USD 75 ribu.

Baca: Jalur yang Dilewati Serma Rama Wahyudi dan Rombongannya di Kongo Minim Tempat Perlindungan

"Data yang terakhir saya terima apabila bukan salah yang bersangkutan maka akan mendapatkan 75 ribu usd seperyi yang pernah diterima rekan-rekan kontingen beberapa negara," kata Victor.

Diberitakan sebelumnya prajurit TNI anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, Serma Rama Wahyudi, gugur saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi MP Sibuea mengungkapkan Serda Rama gugur karena diserang kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin (22/6/2020) lalu.

Hal itu disampaikan Sibuea dalam keterangan resmi Puspen TNI pada Rabu (24/6/2020).

"Gugurnya prajurit TNI atas nama Serma Rama Wahyudi dan satu orang prajurit TNI yang terluka diakibatkan oleh serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada Senin (22/6/2020) 17.30 waktu setempat," kata Sibuea sebagaima disampaikan Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Agus Cahyono.

Sibeua menjelaskan Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Ia mengungkapkan ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan kearah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Sibuea mengatakan serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas