Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Polemik POP, Komisi X DPR akan Panggil Nadiem Makarim: Ingin NU, Muhammadiyah & PGRI Masuk Kembali

Komisi X DPR RI akan memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terkait polemik Program Organisasi Penggerak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
zoom-in Polemik POP, Komisi X DPR akan Panggil Nadiem Makarim: Ingin NU, Muhammadiyah & PGRI Masuk Kembali
(Dok. Kemendikbud)
Organisasi Penggerak. 

"Tapi kita harus memastikan, program ini sebelum dilaksanakan, merupakan program dengan integritas dan transparansi yang terbaik," tambahnya.

Alasan kemunduran Muhammadiyah dalam POP

Sebelumnya, POP Kemendikbud mendapat kritik keras dari Muhammadiyah, organisasi yang secara turun-temurun berkecimpung di dunia pendidikan Indonesia.

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menilai dana ratusan miliar dari POP Kemendikbud ada yang tidak tepat sasaran.

Lantaran diduga ada korporasi besar yang ikut menerima dana POP.

Muhammadiyah pun mundur meski mendapat bagian kategori gajah atau Rp 20 miliar.

Adapun POP Kemendikbud menganggarkan dana Rp 595 miliar, yang akan diberikan untuk 156 ormas terpilih.

Organisasi Penggerak(Dok. Kemendikbud)
Organisasi Penggerak(Dok. Kemendikbud) ((Dok. Kemendikbud))

Baca: Fadli Zon Beri 5 Alasan Mengapa POP Kemendikbud Harus Dihentikan

Baca: Mundurnya PGRI, NU dan Muhammadiyah dari POP, Nadiem Makarim akan Evaluasi, Singgung Transparansi

Rekomendasi Untuk Anda

Ormas terpilih itu dibagi menjadi 3 kategori, yakni gajah untuk dana Rp 20 miliar; macan Rp 5 miliar; dan kategori kijang dengan besaran dana Rp 1 miliar.

Solusi tentu saja dibutuhkan agar kisruh dana POP Kemendikbud bisa segera selesai.

Pun agar uangnya bisa optimal dirasakan para pelaku pendidikan.

Terlebih para peserta didik, yang ikut serta terdampak di masa pandemi seperti saat ini.

(Tribunnews.com/Maliana)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas