Tito Karnavian Salat Idul Adha di Masjid An-Nur Kemendagri Bersama Pejabat Eselon
Meski tak semua staf Kemendagri yang berjumlah 4.500 hadir, Tito meminta para pejabat eselon untuk hadir mewakili mereka.
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menunaikan Salat Idul Adha 1441 Hijriah/2020 di Kementerian Dalam Negeri, Jl Merdeka Utara No.7, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2020).
Pantauan Tribunnews.com, Tito datang sekira pukul 06.42 WIB. Tito mengenakan baju koko putih yang dipadukan dengan celana kain, peci, serta masker yang semua berwarna hitam.
Turun dari kendaraan roda empat, Tito langsung memasuki Masjid An-Nur Kemendagri untuk melaksanakan ibadah bersama jamaah lainnya.
Ibadah dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka membawa sajadah masing-masing.
Selain itu, ada jarak yang cukup antar saf jamaah satu sama lain. Masker pun terus menempel di wajah jamaah hingga ibadah selesai dilakukan.
Dalam sambutannya, Tito mengaku memang sengaja meminta agar Salat Idul Adha dilaksanakan di kantor, meski situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung.
"Pada pagi hari ini kita berkumpul secara sederhana melaksanakan ibadah Idul Adha yang baru saja selesai kita laksanakan. Memang (saya) sudah minta kepada panitia kita tetap melaksanakan di kantor," ujar Tito, di lokasi, Jumat (31/7/2020).
Menurut Tito, pihaknya sudah melakukan latihan penerapan protokol kesehatan untuk melaksanakan ibadah jamaah setiap hari Jumat semenjak new normal.
Baca: Salat Idul Adha di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran, Jemaah Meluber Sampai ke Lapangan Bola
"Ini cukup bagus. Ada yang jaga jarak, ada yang disilang-silang, masker wajib (untuk) masuk sini, sabun, hand sanitizer semua disiapkan," kata dia.
Mantan Kapolri tersebut mengatakan dirinya meminta panitia agar tetap melaksanakan ibadah Idul Adha di kantor meski pandemi karena ini merupakan momentum yang dianggap penting.
Meski tak semua staf Kemendagri yang berjumlah 4.500 hadir, Tito meminta para pejabat eselon untuk hadir mewakili mereka.
"Kenapa ini saya anggap penting? Karena pertama, ibadah ini yaitu Idul Adha cuma setahun sekali, momen kita untuk berkumpul juga. Kedua, ini dilaksanakan di tengah situasi luar biasa, pandemi. Kita harus menerapkan protokol kesehatan, juga memaknai pandemi ini dan Idul Adha bukan sesuatu yang berbeda, ini harus bersama," tandasnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.