Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Daftar Harta Kekayaan Kapolri Idham Azis Capai Rp 5,5 Miliar, Punya 9 Bidang Tanah dan 2 Mobil

Sama seperti pejabat negara lainnya, Kapolri Idham Azis juga melaporkan daftar harta kekayaannya kepada KPK dalam bentuk LHKPN.

Daftar Harta Kekayaan Kapolri Idham Azis Capai Rp 5,5 Miliar, Punya 9 Bidang Tanah dan 2 Mobil
Tribunnews/JEPRIMA
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis saat memberikan kata sambutan disela-sela Peluncuran tim dan kostum Bhayangkara di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020). Kapolri meresmikan jersey tiga tim binaan Polri yaitu Bhayangkara FC, Bhayangkara Samator dan PGN Popsivo Polwan 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Sosok Jenderal Pol Idham Azis resmi menjadi Kapolri sejak 1 November 2019 dan menggantikan Tito Karnavian.

Sebelum menjadi Kapolri, Idham Azis menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Dikutip dari Tribun Jateng, Idham Azis yang merupakan lulusan Akpol angkatan 1988 memiliki keahlian khusus di bidang terorisme.

Ia pernah menangani kasus Bom Bali II.

Selain itu, Idham Azis terlibat pula dalam operasi Camar Maleo yaitu operasi gabungan antara Polri dan TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso, di Sulawesi Tengah.

Setelah itu, operasi gabungan ini semakin besar menjadi Operasi Tinombala dan Idham Azis kembali terlibat.

Baca: Kabareskrim Listyo Sigit Dinilai Layak Gantikan Idham Azis, Faldi Zon: Oh Ingin Jadi Kapolri?

Baca: Perintah Jokowi kepada Kapolri Idham di Balik Penangkapan Djoko Tjandra

Selama masa kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Polri, kinerja Idham Azis dan jajarannya banyak disorot.

Begitu menjabat sebagai Kapolri, Idham Azis langsung diminta untuk menyelesaikan kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi tenggat waktu atau deadline bagi Idham Azis untuk menuntaskan kasus tersebut hingga Desember 2019.

Terbaru, kinerja pria kelahiran Kendari, 30 Januari 1963 tersebut disorot karena menangkap buron kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Sri Juliati
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas