Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bantu Cegah Stunting Kemensos Tambah Produk Susu di Program Bantuan Pangan Non Tunai 

Juliari mengatakan Kemensos mengusulkan penambahan satu produk susu dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bantu Cegah Stunting Kemensos Tambah Produk Susu di Program Bantuan Pangan Non Tunai 
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
PENCEGAHAN STUNTING - Kader Posyandu mengukur tinggi badan balita dalam pemeriksaan rutin satu bulan sekali di Taman Posyandu Delima, RW 03 Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, Kamis (19/12/2019). Setelah sukses mengoptimalisasikan Posyandu Balita untuk menurunkan angka stunting di Kota Malang dari 22 persen ke 17,8 persen, Pemkot Malang berencana mengembangkan Posyandu Remaja untuk edukasi reproduksi dan upaya hidup sehat sejak remaja. Dengan edukasi dan pemahaman kesehatan yang tersosialisasikan secara luas, Pemkot Malang optimis dapat menekan angka stunting di Kota Malang. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan bahwa pihaknya akan mensinergikan program perlindungan sosial dengan program di Kementerian Kesehatan dalam pencegahan stunting.

Hal itu disampaikan Juliari usai rapat terbatas pencegahan stunting di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (5/8/2020).

"Apa yang sudah dijalankan di program-program Kemensos seperti di program PKH (program keluarga harapan) , di mana memang ada komponen kesehatan yang terkait dengan  stunting yaitu komponen ibu hamil dan komponen anak usia dini bisa terus disinergikan khususnya dengan Kementerian Kesehatan," kata Juliari.

Baca: Menkes: Program Pencegahan Stunting Masuk Skala Prioritas di Tengah Pandemi Covid-19 

Baca: Presiden Ingin Pencegahan Stunting Diintegrasikan dengan Program Perlindungan Sosial

Selain itu Juliari mengatakan Kemensos mengusulkan penambahan satu produk susu dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sehingga menurutnya dengan tambahan produk yang bisa dibeli masyarakat dalam program BPNT tersebut, bisa memberikan tambahan gizi bagi ibu hamil dan anak usia dini.

BPNT adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerjasama dengan bank.

Sebelumnya pangan yang boleh dibeli oleh keluarga Penerima manfaat BPNT hanya berupa beras dan telur, maka kali ini ada sumber protein dan susu.

Selain itu Kementeriannya juga menurut Juliari, meminta modul pembelajaran tambahan dari Kementerian Kesehatan untuk diberikan pada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

"Terkait juga dengan kemampuan para pendamping di dalam mendidik keluarga-keluarga penerima manfaat PKH, kami  juga tadi meminta kepada bapak Menteri Kesehatan agar juga memberikan modul-modul learning tambahan untuk menambah ilmu daripada pendamping," pungkasnya.

 Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas pencegahan stunting di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (5/8/2020).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas