Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

LP Ma'arif NU-PBNU Pilih Mundur, Jika Program Organisasi Penggerak Kemendikbud Tetap Digelar

Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, Arifin Junaidi mengatakan, pihaknya dapat bergabung kembali dengan syarat...

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in LP Ma'arif NU-PBNU Pilih Mundur, Jika Program Organisasi Penggerak Kemendikbud Tetap Digelar
(Dok. Kemendikbud)
Program organisasi penggerak. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Organisasi Kemasyarakatan Nahdlatul Ulama melalui LP (Lembaga Pendidiman) Ma'arif NU menyatakan tetap mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memaksakan POP digelar tahun ini.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, Arifin Junaidi mengatakan, pihaknya dapat bergabung kembali dengan syarat Mendikbud Nadiem Makarim dan jajarannya mematangkan konsep POP dan pelaksanaanya digelar tahun depan.

"Apabila Kemendikbud memaksakan POP dilaksanakan tahun ini, maka LP Ma'arif NU-PBNU menyatakan tidak bergabung dalam POP Kemendikbud," kata Arifin dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Baca: Mendikbud Nadiem: Saat Pandemi, Belajar Bisa Dimana Saja

Lebih jauh Arifin meminta, agar Kemendikbud menghapus LP Maarif NU-PBNU sebagai penerima POP tahun ini.

Pihaknya beralasan, LP Ma'arif NU-PBNU memilih fokus dalam peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru serta inovasi pendidikan secara mandiri.

"Karena dilaksanakan secara mandiri, maka LP Ma'arif NU-PBNU meminta kepada Kemendikbud untuk tidak mencatumkan LP Ma'arif NU PBNU dalam daftar penerima POP tahun ini," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya pada pekan lalu, Nadiem secara virtual meminta maaf kepada Muhammadiyah, LP Ma'arif NU PBNU, dan PGRI atas polemik POP.

Baca: Seperti Muhammadiyah, NU Tetap Enggan Gabung ke Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Ia menuturkan, program tersebut memang perlu dievaluasi.

Dalam kesempatan yang sama, mantan CEO Gojek itu meminta agar tiga organisasi tersebut dapat bergabung kembali ke POP Kemendikbud.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas