Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sidang Tahunan MPR

Jokowi Gunakan Istilah 'Mari Kita Bajak Krisis Ini', Legislator PDIP : Pidato Presiden Luar Biasa

Hendrawan justru berpikir Indonesia memiliki modal sosial untuk menghadapi persoalan itu dengan lebih efektif

Jokowi Gunakan Istilah 'Mari Kita Bajak Krisis Ini', Legislator PDIP : Pidato Presiden Luar Biasa
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Hendrawan Supratikno 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Legislator PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno angkat bicara soal pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2020, Jumat (14/8).

Hendrawan menyoroti istilah 'bajak' yang digunakan Jokowi dalam pidato.

Menurutnya itu adalah istilah yang tegas dan luar biasa untuk menyikapi krisis yang melanda Indonesia.

"Pidato presiden luar biasa karena presiden menggunakan istilah 'mari kita bajak krisis ini untuk melakukan lompatan besar'. Kata bajak ini semula saya tidak pikirkan," ujar Hendrawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

"Saya selalu mengatakan 'marilah gunakan krisis ini' untuk melakukan perubahan yang signifikan, tapi dia (Jokowi) lebih tegas lagi 'mari kita bajak'. Istilah bajak ini kan sesuatu yang biasanya arahnya semula berbeda, kita ubah arahnya," imbuhnya.

Menurut anggota Komisi XI DPR RI tersebut pernyataan itu merupakan penekanan dari Jokowi.

Apalagi saat ini semua negara di dunia tengah menghadapi persoalan yang sama yakni pandemi Covid-19.

Hendrawan justru berpikir Indonesia memiliki modal sosial untuk menghadapi persoalan itu dengan lebih efektif.

Modal sosial yang dimaksud antara lain pasar dalam negeri yang besar, solidaritas sosial yang hebat, hingga ideologi Pancasila yang menyatukan masyarakat Indonesia.

"Dengan modal-modal itu mestinya kita bisa menawarkan penyelesaian lebih baik. Ketika negara lain sedang bingung, kita bisa membuat lompatan dengan menjadi negara maju," kata dia.

"Untuk jadi negara maju apa syaratnya? (Syaratnya) Investasi, kemudian OL diselesaikan supaya pasca pandemi ketika investor-investor global cari pasar, wilayah investasi Indonesia sudah lebih siap," pungkas Hendrawan.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas