Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
Live
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kompolnas Jelaskan Maksud dari Rencana Wakapolri Libatkan Preman untuk Penegakan Protokol Kesehatan

Pernyataan dari Wakapolri yang akan melibatkan preman dalam penegakan protokol kesehatan mendapatkan pro dan kontra di masyarakat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
zoom-in Kompolnas Jelaskan Maksud dari Rencana Wakapolri Libatkan Preman untuk Penegakan Protokol Kesehatan
Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Wacana Wakapolri Rekrut Preman untuk Awasi Warga 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Kepala Polri Komjen (Pol) Gatot Eddy Pramono berencana akan menggunakan preman untuk membantu menertibkan warga agar mematuhi protokol kesehatan.

Pernyataan Wakapolri ini mendapat pro dan kontra di masyarakat.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti menjelaskan maksud dari rencana Wakapolri melibatkan preman tersebut.

Menurutnya yang dimaksud Wakapolri bukanlah preman yang ditakuti masyarakat melainkan tokoh masyarakat yang disegani.

Ia menjelaskan jika Polri membutuhkan bantuan dari tokoh-tokoh masyarakat untuk terus mengingatkan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

"Iya jadi ini saya rasa sudah bergeser karena yang dimaksud adalah tokoh informal tadi. Jadi karena ingin melibatkan banyak orang dan masyarakat Indonesia dibutuhkan partisipasi dari tokoh masyarkat," ujarnya dilansir YouTube Kompas TV, Selasa (15/9/2020).

Poengky Indarti mengungkapkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk menerapkan protokol kesehatan masih rendah.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu melibatkan preman atau tokoh masyarakat dirasa perlu.

Baca: Kriminolog Dukung Pernyataan Wakapolri Libatkan Preman untuk Tegakkan Protokol Kesehatan

"Sebetulnya yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat agar masyarakat kita ini benar-benar patuh."

"Niat itu muncul dari diri sendiri. Bagaimana praktiknya dilapangan dengan adanya polisi. Tokoh masyarkat akan dilibatkan, dilihat dan diawasi polisi. Bagaimana cara memakai masker, cara menjaga kebersihan," imbuhnya.

Menurut Poengky Indarti pernyataan Wakapolri yang akan melibatkan preman jangan diartikan sempit hanya preman yang ditakuti melainkan tokoh yang disegani di daerah tersebut.

"Oleh karena itu polisi mengajak masyarakat patuh protokol kesehatan melalui orang-orang yang disegani atau orang yang mempunyai pengaruh. Gak bisa ini disempitkan hanya sebagai preman," tegasnya.

Sebelumnya Wakapolri meluruskan pernyataannya mengenai pelibatan 'jeger' alias preman dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 di tengah masyarakat.

Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono.
Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono. (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Ia menjelaskan, pelibatan komunitas itu dilakukan dengan didampingi personel TNI, Polri dan Satpol PP pemerintah daerah setempat.

"Kita menegakkan Perda. Jadi nanti Polri, TNI dengan unsur terkait akan membantu dan mendampingi melaksanakan (penegakan hukum mengenai protokol kesehatan)," ujar Eddy dikutip dari Kompas.com.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas