Tribun

Nurhadi Tertangkap

KPK Selisik Arsitek Rumah Nurhadi di Hang Lekir dan Patal Senayan

Ali Fikri mengungkapkan, Lo Jecky adalah arsitek yang mendesain rumah Nurhadi di kawasan Jakarta Selatan, yakni di Hang Lekir dan Patal Senayan.

KPK Selisik Arsitek Rumah Nurhadi di Hang Lekir dan Patal Senayan
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa saksi Lo Jecky dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016, Selasa (15/9/2020). Lo Jecky diperiksa untuk mantan Sekretaris MA Nurhadi.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengungkapkan, Lo Jecky adalah arsitek yang mendesain rumah Nurhadi di kawasan Jakarta Selatan, yakni di Hang Lekir dan Patal Senayan. Tim penyidik mencurigai Nurhadi membayar Lo Jecky dari hasil kejahatannya.

"Diduga bahwa dana yang dibayarkan oleh tersangka NHD (Nurhadi) untuk mendesain kedua rumah tersebut berasal dari suap dan gratifikasi yang diterimanya," ungkap Ali dalam keterangannya.

Baca: Ali Fikri Tepis Tudingan ICW Soal Proses Seleksi Jabatan Struktural di KPK Kurang Transparan

Tim penyidik KPK juga memeriksa seorang saksi lainnya untuk Nurhadi. Dia adalah Wilson Margatan yang disebut sebagai pihak swasta.

"Melalui keterangan saksi ini, penyidik masih terus mendalami adanya dugaan aliran uang oleh tersangka NHD ke berbagai pihak," beber Ali.

Tak hanya memeriksa saksi-saksi, KPK juga melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka Rezky Herbiyono, menantu Nurhadi. Penyidik berusaha mendalami kegiatan Rezky yang mengalirkan banyak uang kotor ke berbagai pihak.

"Penyidik mengkonfirmasi terkait dugaan banyaknya aliran uang yang diterima maupun diberikan oleh tersangka RHE (Rezky Herbiyono) dari dan ke berbagai pihak," kata Ali.

Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono diduga kuat telah menerima sejumlah uang berupa cek dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Rincian suap yang diberikan berupa sembilan lembar cek dengan total Rp46 miliar.

Baca: KPK Segera Teken Sprindik TPPU Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Suap ditujukan agar Nurhadi menangani dua perkara yang melibatkan perusahaan Hiendra di MA. Adapun perkara yang ditangani pertama berasal dari kasus perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau PT KBN dan perkara perdata saham di PT MIT.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas