Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gerakan 30 September

Romo Benny: Masa Lalu Jangan Lagi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Karakter Seseorang

Romo berharap adanya rekonsiliasi sesama anak bangsa terhadap kejadian masa lalu, salah satunya terkait paham komunisme.

Romo Benny: Masa Lalu Jangan Lagi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Karakter Seseorang
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo, saat ditemui Tribunnews, usai menghadiri Dialog Tanya Jawab yang digelar di Kantor BPIP, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo mengatakan, memperingati hari Kesaktian Pancasila, dibutuhkan keberanian untuk keluar dari bayang-bayang masa lalu.

Romo berharap adanya rekonsiliasi sesama anak bangsa terhadap kejadian masa lalu, salah satunya terkait paham komunisme.

"Kedepan bangsa ini harus dewasa dalam menyelesaikan masa lalu dengan keberanian untuk saling memaafkan dan mau berdamai dengan masa lalu bukan lagi dijadikan alat politik untuk menghancurkan karakter seseorang," katanya, Kamis (1/10/2020).

Menurutnya, larangan terhadap komunisme dan leninisme jelas dalam tap MPRS dan masih berlaku.

Oleh karena itu apabila ada pihak yang memang mengetahui kebangkitan komunisme maka sebaiknya segera melaporkan pihak berwajib sehingga diproses dalam ranah hukum.

"Kita berharap elit politik dewasa dalam hal isu ini karena ke depan bangsa ini harus bersatu menghadapi Pandemi Corona," tuturnya.

Baca: Ganjar: Negara Harus Tegas Kepada Pihak yang Mengganggu Pancasila.

Selain itu menurutnya peringatan kesaktian Pancasila merupakan momentum bangsa Indonesia mengaktualisasikan Pancasila dalam kebijakan publik. Terutama kebijakan yang menyangkut kesejahteraan rakyat.

"Agar tujuan Indonesia merdeka mencapai kesejahteraan maka orientasi pengambil kebijakan harus mengarusutamakan rasa Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan," kata Romo Benny.

Koordinator Jaringan Gusdurian sekaligus Putri Presiden Ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Wahid menilai isu kebangkitan PKI adalah propaganda yang tidak laku.

Allisa kemudian merujuk survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Rabu (30/9/2020) lalu.

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas