Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Pemerintah Dukung Pengembangan Obat Herbal di Masa Pandemi Covid-19

Jika dikembangkan, tanaman herbal bisa menjadi obat fitofarmaka atau obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanannya dengan uji klinis.

Pemerintah Dukung Pengembangan Obat Herbal di Masa Pandemi Covid-19
Youtube KompasTV
Muhadjir Effendy tanggapi panic buying 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pengembangan tanaman obat dan herbal di masa pandemi Covid-19 ini sangatlah penting.

Menurutnya, saat ini Presiden RI Joko Widodo berfokus pada pengembangan obat-obatan yang bersumber dari bahan baku asli Indonesia.

"Sesuai arahan Presiden, diminta untuk lebih mengutamakan pada bahan yang bersumber dari Indonesia sendiri, yaitu bahan baku lokal," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

Muhadjir mengatakan jika dikembangkan tanaman herbal bisa menjadi obat fitofarmaka atau obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanannya dengan uji klinis.

Baca: Cabut Penetapan Ganja Jadi Tanaman Obat, Kementan Koordinasi dengan BNN-Kemenkes

Baca: Menko PMK Muhadjir Effendy: Dosen dan Guru Masuk Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 Pertama

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani tanaman obat, Muhadjir mengatakan, nantinya pemerintah akan mendesain korporasi khusus untuk tanaman obat.

Hal itu dilakukan agar para petani bisa memasarkan produknya secara kontinyu dan memilki pasar yang tetap.

Baca: Menko Muhadjir: Jangan Rem Mendadak, Gubernur Harus Pandai-pandai Tangani Covid-19

"Dengan demikian, produk petani itu mulai dari proses penanamannya, pembibitannya, kemudian sudah menjadi produk itu dibimbing sampai ada jaminan bahwa produknya nanti hasil petani itu akan terbeli," tutur Muhadjir.

"Sehingga petani akan merasa aman merasa nyaman dalam bekerja. Sementara produknya juga akan berstandar yang sesuai dengan kebutuhan obat," tambah Muhadjir.

Seperti diketahui, Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Sehingga pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
 

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas