Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

UU Cipta Kerja

Seperti Inilah 10 Siswa SMK Provokasi Para Pelajar Demo Rusuh UU Cipta Kerja via WA, IG dan Facebook

Ke-10 orang yang semuanya siswa SMK ini menghasut, memprovokasi dan mengajak para pelajar lainnya melakukan demo rusuh.

Seperti Inilah 10 Siswa SMK Provokasi Para Pelajar Demo Rusuh UU Cipta Kerja via WA, IG dan Facebook
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pengunjukrasa yang berasal dari buruh, mahasiswa, dan pelajar terlibat bentrok dengan polisi saat unjuk rasa di sekitar Patung Kuda Jakarta, Kamis (8/10/2020). Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan UU Cipta Kerja yang dinilai memberatkan pekerja. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi kembali menangkap sekaligus status tersangka kepada 10 pemuda yang merupakan penggerak para pelajar SMK dan kelompok anarko melalui media sosial, untuk melakukan kerusuhan dalam demo menolak UU Omnibus Law di Jakarta.

Ke-10 orang yang semuanya siswa SMK ini menghasut, memprovokasi dan mengajak para pelajar lainnya melakukan demo rusuh melalui akun Facebook, Instagram dan juga WhatsApp Grup (WAG).

Dari ke 10 orang ini, dua orang adalah hasil pengembangan dari dibekuknya 3 siswa SMK yang menggerakkkan para pelajar melalui akun Facebook dan Instagram sebelumnya, yakni MLAI (16), WH (16), dan FN (17).

Baca juga: Kisah Demonstran yang Terjerat Kasus Usai Demo Ricuh di Jakarta, Dituduh Provokasi, Keroyok Polisi

MLAI alias MI dan WH adalah pembuat dan admin akun Facebook 'Grup STM sejabodetabek'. Sementara FN adalah admin dan pembuat akun Instagram @panjang.umur.perlawanan.

Sementara dua orang yang dibekuk terkait ketiganya adalah GAS (16) dan JF (17).

"Untuk GAS ini perannya juga sebagai admin akun Facebook Grup STM Sejabodetabek, sementara JF adalah sebagai pembuat atau kreator akun Facebook Grup STM Sejabodetabek," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/10/2020).

GAS katanya dibekuk pada Kamis 22 Oktober 2020 di Stasiun Kereta Api Klender, Jakarta Timur dan JF dibekuk pada Sabtu 24 Oktober 2020 di Jalan Bulak Timur 1, Klender Jakarta Timur.

Baca juga: Benarkah KAMI Medan Provokasi Rusuh 1998 Terulang? Berikut 9 Hasutan di Grup WA Tersangka

"Untuk mereka ini kasusnya ditangani Ditreskrimsus Polda Metro Jaya," kata Nana.

Sementara 8 orang lainnya yang dibekuk, menurut Nana, ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan berdasar hasil pengembangan aktor lapangan yang diamankan dan ditetapkan tersangka sebelumnya.

"Dimana sebelumnya dalam kasus demo anarkis ini ada 143 orang ditetapkan tersangka dan 67 orang diantaranya dilakukan penahanan," kata Nana.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas