Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

MAKI Puas Putusan Hakim Vonis Seumur Hidup untuk para Terdakwa Korupsi Jiwasraya

(MAKI) mengapresiasi vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap sejumlah tersangka kasus mega korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

MAKI Puas Putusan Hakim Vonis Seumur Hidup untuk para Terdakwa Korupsi Jiwasraya
TribunNewsmaker.com Kolase/ KONTAN/ REVI SIMANJUNTAK
Benny Tjokrosaputro 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengapresiasi vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap sejumlah tersangka kasus mega korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

MAKI menilai hakim telah memutuskan vonis yang tepat.

"Selaku pelapor saya merasa puas dengan hukuman seumur hidup itu. Karena apa saya mempertimbangkan melaporkan kasus Jiwasraya itu menyangkut banyak nasabah yang tidak terbayar klaimnya," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2020).

Boyamin mengatakan banyak nasabah yang tak mendapatkan klaim jaminan hari tua, uang pensiun hingga beasiswa untuk anak-anaknya. Kasus korupsi ini dinilai berdampak luas kepada masyarakat.

"Gara-gara tidak terbayar banyak yang kesulitan sekolahkan dan mengkuliahkan anaknya. Di sisi lain juga merugikan negara karena negara jadi menyuntikkan modal Jiwasraya. Artinya negara harus nombok Rp 20 triliun untuk Jiwasraya," ungkapnya.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menunjukkan uang SGD 100 ribu kepada wartawan saat mendatangi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2020). Boyamin Saiman menyerahkan uang 100 ribu dolar Singapura kepada KPK sebagai gratifikasi karena ia menyatakan bukan berasal dari pekerjaannya sebagai pengacara. Tribunnews/Irwan Rismawan
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menunjukkan uang SGD 100 ribu kepada wartawan saat mendatangi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2020). Boyamin Saiman menyerahkan uang 100 ribu dolar Singapura kepada KPK sebagai gratifikasi karena ia menyatakan bukan berasal dari pekerjaannya sebagai pengacara. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Tak hanya kerugian materil, kasus Jiwasraya juga dinilai telah menghancurkan kepercayaan masyarakat kepada jasa keuangan.

Menurut Boyamin, banyak masyarakat yang tidak lagi percaya asuransi hingga perbankan.

"Kasus Jiwasraya ini menyerang habis sektor bank, saham maupun asuransi. Ini untuk memulihkan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi atau menaruh duitnya di asuransi jadi lebih sulit lagi. Di sisi lain, masyarakat kita menaruh di bawah bantal jadi merugikan perekonomian negara karena uang tidak berputar. Ini bentuk pengembalian negara tidak bukan hanya bentuk uang tapi juga kepercayaan," pungkasnya.

Baca juga: Rekam Jejak 6 Terdakwa Korupsi Jiwasraya yang Divonis Hukuman Seumur Hidup

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengungkapkan torehan atau capaian kinerjanya dalam satu tahun terakhir sebagai pemegang jabatan nomor satu di korps Adhyaksa.

Salah satu yang disoroti adalah menuntut terdakwa korupsi Jiwasraya dengan hukuman berat.

Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral, Heru Hidayat keluar dari Gedung Bundar, Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, menggunakan rompi tahanan, Selasa (14/1/2020).
Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral, Heru Hidayat keluar dari Gedung Bundar, Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, menggunakan rompi tahanan, Selasa (14/1/2020). (Tribunnews.com/ Igman Ibrahim)
Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas