Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Jubir Kemlu : Pentingnya Peran Santri Diaspora di Tengah Pandemi Covid-19

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah mengatakan, santri diaspora memiliki peran di tengah pandemi Covid-19 ini

Jubir Kemlu : Pentingnya Peran Santri Diaspora di Tengah Pandemi Covid-19
Ist
Teuku Faizasyah 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah mengatakan, santri diaspora memiliki peran di tengah pandemi Covid-19 ini.

Hal tersebut menjadi bagian penting dari citra Indonesia yang menggambarkan Islam yang rahmatan lil'alamin.

"Peranan santri dalam diplomasi publik selain menjadi cermin islam yang moderat tetapi juga cermin manusia Indonesia yang maju, beradab, dan berilmu pengetahuan," ujar dia dalam webinar 'Peran Diaspora Santri Untuk Membangun Negeri Pasca Pandemi, Sabtu malam (31/10/2020).

Ia menuturkan, sejumlah kolaborasi dilakukan perwakilan RI di luar negeri dengan santri diaspora, seperti di Malaysia, PCINU dan Badan Otonom NU seperti Pemuda Anshor, Banser, Fatayat, dan Muslimat, serta PCI Muhammadiyah ikut mendistribusikan puluhan ribu paket sembako kepada WNI yang membutuhkan.

Baca juga: 31 Oktober, 850 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Huni Flat Isolasi Mandiri RS Wisma Atlet

Lalu, PCINU telah menjadi salah satu barisan terdepan dalam distribusi masker dan bahan kebutuhan pokok kepada anggota masyarakat yang membutuhkan di Korea Selatan.

Sementara di Taiwan, PCI Muhammadiyah bekerja sama dengan KDEI dalam diseminasi informasi mengenai isu perlindungan WNI/pekerja migran Indonesia di masa Covid-19 melalui berbagai platform seperti webinar, live Facebook maupun yang lainnya.

Baca juga: Dua Wisatawan di Kawasan Borobudur Positif Covid-19, Berasal dari Tangerang dan Medan

Sejauh ini, mantan Dubes RI untuk Ottawa ini mengatakan, ada 1.392 diaspora ilmuwan Indonesia tergabung dalam ikatan ilmuwan Indonesia di luar negeri.

"Diharapkan diaspora santri yang menjadi ilmuwan dapat berkontribusi dalam penemuan vaksin Covid-19," kata dia.

Ia menilai, santri yang menjadi perwakilan Indonesia bisa menjadi mata dan telinga Indonesia untuk membantu mengatasi permasalahan dari peran yang mereka lakukan di luar negeri.

"Terakhir melalui peran para santri ini bisa mengedepankan selalu wajah Islam yang rahmatan lil alamin," ungkap Faizasyah.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas