Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahfud MD Minta Masyarakat Tertib Menyerukan Keberatannya Soal Peryataan Presiden Macron

Menteri Mahfud MD ingatkan masyarakat tertib saat mengekspresikan pendapat di muka umum terkait pernyataan kontroversial Presiden Prancis Macron.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mahfud MD Minta Masyarakat Tertib Menyerukan Keberatannya Soal Peryataan Presiden Macron
tangkapan layar di kanal YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, dan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengajak masyarakat tetap menjaga situasi politik dan keamanan di Indonesia.

Terlebih, setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron membuat peryataan kontoversial yang menghina umat Islam.

Mahfud pun meminta kepada masyarakat agar tetap tertib dan tidak merusak fasilita umum saat mengekspresikan pendapat di muka umum.

Hal itu disampaikan Mahfud MD usai bersama Presiden Jokowi bertemu dengan tokoh umat beragama di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi : Indonesia Mengecam Terjadinya Kekerasan di Paris dan Nice Prancis

"Kami dari pemerintah menyerukan bahwa setiap upaya mengekspresikan atau menyatakan pendapat terkait dengan apa yang dinyatakan oleh Presiden Perancis itu supaya dilakukan dengan tertib, tidak merusak, bisa melalui media-media yang tersedia," kata Mahfud MD.

Ia juga menambahkan, jangan sampai ada fasilitas umum yang dirusak saat menyerukan pendapat.

Baca juga: Antisipasi Demo Tak Terdaftar, Polres Jakarta Pusat Jaga Kedubes Prancis Hingga 2 November

Pasalnya, tak ada satu institusi maupun perorangan yang bertanggungjawab atas peryataan Macron.

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena di sini tidak ada yang boleh dirusak, boleh diperlakukan secara anarkis. Karena Indonesia ini tidak ada satu institusi atau orang atau siapapun yang harus dianggap ikut bertanggung jawab dengan pernyataan Presiden Macron," jelas Mahfud.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas