Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Fahri Hamzah: Kalau Milenial Tidak Sesuai Pandangan Politisi, Salahkan Pemimpinnya

disrupsi oleh pandemi Covid-19 dan teknologi, telah menciptakan kegalauan yang masif bagi generasi milenial.

Fahri Hamzah: Kalau Milenial Tidak Sesuai Pandangan Politisi, Salahkan Pemimpinnya
Istimewa
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menyebut kaum milenial adalah generasi baru yang menyaksikan negara maupun dunia mengalami perubahan.

Termasuk, kondisi krisis berlarut akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Menurutnya, disrupsi oleh pandemi Covid-19 dan teknologi, telah menciptakan kegalauan yang masif bagi generasi milenial.

Baca juga: Soal Megawati Pertanyakan Sumbangsih Milenial untuk Negara, Fahri Hamzah: Mereka Tak Bisa Disalahkan

Baca juga: Setelah Fahri Hamzah, Giliran Fadli Zon Dukung Bobby Menantu Jokowi di Pilkada Medan

Sehingga generasi milenial sekarang lagi mencari siapa panutannya yang harus didengar, dan menentukan ke mana menuju dan melangkah.

"Ada baiknya untuk memahami dan menyadari bahwa jangan-jangan kegagalannya ada pada generasi yang seharusnya menjadi suri teladan," ucap Fahri dalam keterangannya, Jakarta, Senin (2/11/2020).

"Contoh yang setiap hari ditiru dan dilihat baik itu kata-katanya, aksi, maupun polanya di dalam berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, introspeksi paling besar harus dilakukan oleh politisi," sambungnya.

Fahri menyebut, kalau politikus yang diberi amanat untuk menjadi pendidik politik dan bangsa, diberi anggaran, akses kekuasaan, maupun uang negara untuk melakukan itu, harus menjadi panutan bagi generasi mileneal, bukan sebaliknya.

"Jadi amanat pertama adalah kepada para pemimpin politik. Kalau sekarang ini menyaksikan milenial galau dan tidak sesuai dengan pandangan-pandangan politisi, di satu sisi itu adalah watak dari sebuah perubahan. Namun, yang penting adalah apakah kita (politisi) sudah memberi contoh yang cukup sehingga ekspektasi tentang kaum milenial itu memadai," ujarnya.

Ia menambahkan amanat yang kedua adalah kepada tokoh dan agamawan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas