Tribun

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Dimintai Klarifikasi Polisi, Anies Dapat Dukungan dari Tokoh-tokoh Ini, Siapa Saja Mereka?

Buntut dari hajatan pernikahan putri Rizieq Shihab, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya.

Penulis: Malvyandie Haryadi
zoom-in Dimintai Klarifikasi Polisi, Anies Dapat Dukungan dari Tokoh-tokoh Ini, Siapa Saja Mereka?
Instagram Tengku Zul
Pertemuan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnaim bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa (10/11/2020) malam dan fotonya diunggah di akun Instagram Tengku Zulkarnain. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hajatan pernikahan putri pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pada Sabtu (14/11/2020) yang digelar di tengah pandemi Covid-19 menjadi sorotan publik.

Sebab, acara yang dihadiri oleh kerumunan massa dalam jumlah banyak ini telah melanggar protokol kesehatan.

Tak hanya itu, hajatan pernikahan tersebut juga dikhawatirkan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Buntut dari hajatan pernikahan putri Rizieq Shihab, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya.

Baca juga: Polisi: Pemeriksaan Gubernur Anies Baswedan Jangan Dianggap Sebagai Kriminalisasi

Anies Baswedan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya dan menjalani pemeriksaan selama kurang lebih sembilan jam pada Selasa (17/11/2020) mulai pukul 09:45 WIB hingga 19:20 WIB.

Selama pemeriksaan, Anies Baswedan dihadapkan dengan 33 pertanyaan.

Pemanggilan orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut mendapat komentar dan dukungan dari berbagai tokoh politik. Siapa saja mereka?

1. Din Syamsuddin

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin menilai pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Polda Metro Jaya sebagai drama penegakan hukum di Indonesia.

Anies dipanggil Polisi untuk diminta klarifikasi terkait kerumunan massa pada acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusar, beberapa waktu lalu.

"Pemanggilan ini dapat dapat dipandang sebagai drama penegakan hukum yang irasional atau tidak wajar," kata Din dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

Menurut Din, belum pernah terjadi Polda memanggil seorang gubernur yang merupakan mitra kerjanya hanya untuk klarifikasi, kecuali dalam rangka penyidikan.

"Mengapa tidak Kapolda yang datang? Dan bukankah izin serta tanggung jawab atas kerumunan yang melanggar protokol kesehatan ada pada Polri?" papar Din.

Din pun menilai, pemanggilan Anies ke Polda Metro Jaya juga merupakan preseden buruk yang hanya akan memperburuk citra Polri yang over acting.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas