Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Presiden Jokowi Minta Protokol Kesehatan Diperketat saat Kampanye Terakhir dan Pencoblosan 

Presiden Jokowi minta Kapolri, Mendagri dan Kasatgas Covid-19 perketat protokol kesehatan saat kampanye terakhir dan pencoblosan.

Presiden Jokowi Minta Protokol Kesehatan Diperketat saat Kampanye Terakhir dan Pencoblosan 
TRIBUN JOGJA/TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
SIMULASI PEMUNGUTAN SUARA DENGAN PROTOKOL KESEHATAN. Warga mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bantul di lapangan Pasutan, Trirenggo, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (21/11/2020). Dalam simulasi tersebut juga diterapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus covid-19 serta menggunakan sistem informasi rekapitulasi elektronik (Sirekap) di tingkat TPS. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (23/11/2020).

Dalam rapat tersebut Presiden meminta Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo memberi perhatian pada gelaran Pilkada Serentak Desember mendatang.

Terutama pada penerapan protokol kesehatan dalam kampanye terakhir dan pencoblosan.

Baca juga: Ketegasan Disiplin Protokol Kesehatan Jadi Kunci Cegah Ledakan Covid-19 saat Libur Akhir Tahun

"Tegakkan aturan kemudian disiplin protokol kesehatan secara ketat. Terutama nanti pada saat pada hari pencoblosan dan tentu saja pada saat kampanye-kampanye terakhir ini," ujar Jokowi.

Sehingga menurut Presiden gelaran Pilkada tidak menggangu pekerjaan besar yang telah dilakukan sekarang ini yakni menanganai pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional. 

"Komite Satgas dan seluruh Gubernur agar betul-betul bisa mengatur urusan yang berkaitan dengan Covid-19 dan urusan yang berkaitan dengan ekonomi dalam sebuah keseimbangan yang baik," katanya.

Baca juga: Kasus Positif Capai Puluhan, Dinkes DKI Minta Puskesmas Tambah Kapasitas Tes Covid-19 di Tebet

Apalagi kata presiden keseimbangan dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sudah terlihat hasilnya.

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia yang angkanya 12,78 persen, lebih rendah dari rata-rata dunia sebesar 28,41%.

Sementara, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 berada di angka 84,03 persen, lebih baik dari rata-rata dunia yang hanya 69,20 persen.

Baca juga: Ada yang Positif Covid-19, Massa Kerumunan Habib Rizieq Diminta Tes dan Isolasi Mandiri 14 Hari

Seiring dengan penanganan Covid-19 yang sudah membaik,  ekonomi Indonesia juga dinilai sudah mulai merangkak, meski masih minus 3,49 pada kuartal III 2020.

Angka tersebut lebih baik dibandingkan kuartal II 2020 yang terkontraksi hingga minus 5,32 persen.

"Strategi yang sejak awal kita sampaikan rem dan gas itu betul-betul diatur betul. Jangan sampai kendor dan juga memunculkan beresiko memunculkan gelombang yang kedua ini yang bisa membuat kita setback, mundur lagi," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas