Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nasib Libur dan Curi Bersama Akhir Tahun Diputuskan Hari Ini

Dalam rapat hari ini Muhadjir akan memanggil 3 menteri teknis terkait libur panjang yang juga ikut menandatangani Surat Keputusan Bersama sebelumnya.

Nasib Libur dan Curi Bersama Akhir Tahun Diputuskan Hari Ini
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Muhadjir Effendy 

Terkait pemangkasan libur panjang, pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bima Yudistira memprediksi pemangkasan libur panjang akhir tahun akan berpengaruh terhadap penurunan tingkat konsumsi masyarakat.

"Libur Natal dan Tahun Baru ini puncak konsumsi rumah tangga tertinggi kedua setelah libur Idul Fitri, jika diperpendek pasti berdampak, khususnya ke sektor pariwisata," kata Bima Yudistira, Rabu (25/11/2020).

Menurut dia, pemangkasan libur panjang juga akan memberikan kerugian kepada pelaku usaha bidang perhotelan dan restoran karena mereka sudah menyiapkan stok lebih banyak mulai dari kamar hingga merekrut tenaga kerja baru.

Dampaknya, lanjut dia, juga kepada konsumsi rumah tangga karena masyarakat ekonomi menengah ke atas biasanya berbelanja saat libur panjang akhir tahun.

Baca juga: Kemenhub Memprediksi Jumlah Penumpang Angkutan Umum Pada Libur Akhir Tahun Bakal Turun

"Mereka menyiapkan stok bahan baku dan kamar dan dari November mulai merekrut pegawai baru untuk menyiapkan peak season akhir tahun, tapi libur dipotong pasti banyak pengusaha kecewa, banyak dirugikan di sektor pariwisata," katanya.

Apabila libur panjang dipangkas benar-benar direalisasikan, ia memperkirakan konsumsi akan tumbuh negatif kisaran 3 sampai 4 persen pada kuartal IV-2020 karena konsumsi rumah tangga berperan kisaran 56 hingga 57 persen terhadap pergerakan ekonomi dalam negeri.

Ia mendorong pemangku kebijakan untuk percaya diri dengan protokol kesehatan yang sudah diterapkan.

"Kalau pesimis angka penularan meningkat karena libur panjang berarti sekalian dilakukan pembatasan sosial lebih ketat," imbuhnya.(tribun network/fah/dod)

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas