Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Libur Natal dan Tahun Baru

Jelang Natal dan Tahun Baru, Volume Kendaraan di Tol Diprediksi Meningkat Hingga 18 Persen

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik dan balik akan terbagi menjadi dua fase.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Volume Kendaraan di Tol Diprediksi Meningkat Hingga 18 Persen
Tribun Jabar/Zelphi
Jalur jalan Tol Cipularang yang menuju Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, terjadi ketersendatan arus lalu lintas, Sabtu (21/11/2020). Hujan yang turun di seputaran Kota Bandung dan Cimahi mengakibatkan genangan air di beberapa ruas jalan sehingga membuat ketersendatan arus lalu lintas kendaraan. Antrean kendaraan menuju Gerbang Tol Pasteur hingga mencapai 3 kilometer. Tribun Jabar/Zelphi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, volume kendaraan di jalan tol Jabodetabek diprediksi akan mengalami peningkatan dari kondisi normal.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik dan balik akan terbagi menjadi dua fase.

Pada fase pertama, volume kendaraan yang melintas jalan tol diprediksi mencapai 845 ribu kendaraan atau naik 15,14 persen dibandingkan dengan kondisi normal yang hanya 729 ribu kendaraan.

Sementara itu untuk fase dua, Kemenhub memprediksi volume kendaraan akan mencapai 813 ribu atau meningkat 11,50 persen dibandingkan dengan kondisi normal yang hanya 729.666 kendaraan.

Kemudian pada periode arus balik fase pertama, diproyeksikan jumlah kendaraan yang akan melintas di jalan tol akan mencapai 745 ribu kendaraan atau meningkat 17,90  persen dibandingkan kondisi normal yang hanya 698 ribu kendaraan.

Baca juga: Kemenhub: 73 Persen Masyarakat Tak Ingin Bepergian Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2021

Selanjutnya untuk periode balik fase dua, diproyeksi menjadi 826.613 naik 18,7 persen dari kondisi normal yang hanya mencapai 698 ribu kendaraan saja.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, rata-rata peningkatan mudik untuk libur Natal ataupun Tahun Baru mencapai 15 hingga 18 persen.

"Arus mudik dan balik yang terbagi menjadi dua fase ini, dikarenakan adanya jeda saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Jadi kemungkinan akan terjadi dua kali arus mudik dan balik nantinya," ucap Budi Setiyadi dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/12/2020).

Puncak mudik untuk fase pertama, lanjut Budi Setiyadi, akan terjadi 23 Desember-24 Desember.

Sementara puncak mudik fase kedua terjadi pada 30 Desember-31 Desember 2020.

"Sementara puncak balik fase pertama akan terjadi pada 27 Desember dan puncak balik fase kedua akan terjadi pada 3 Januari 2021," ucap Budi.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas