Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kaleidoskop 2020

KALEIDOSKOP 2020 Bulan Februari: 238 WNI Dikarantina di Natuna, Andre Rosiade Gerebek PSK

Berikut peristiwa besar yang terjadi pada Februari 2020, yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (15/12/2020).

KALEIDOSKOP 2020 Bulan Februari: 238 WNI Dikarantina di Natuna, Andre Rosiade Gerebek PSK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah WNI asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Berikut peristiwa besar yang terjadi pada Februari 2020, yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber. 

"Tidak semua pulau bisa dipakai. Kita mengukur tingkat kesiapan tim kesehatan yang ada di situ. Sehingga keputusan dari tim adalah di Natuna," jelasnya.

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020).
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

2. Risma Laporkan Penghinanya

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, melaporkan orang yang melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadapnya di akun Facebook.

Ia mengatakan, dirinya memberikan maaf kepada tersangka bernama Zikria Dzatil tersebut.

Dirinya menerima maaf dari tersangka, karena menurutnya sebagai manusia harus saling memaafkan.

"Saya maafkan yang bersangkutan. Sebab sesama manusia harus saling memaafkan," ujar Risma, dikutip dari Surya.co.id, Rabu (4/2/2020).

"Dia sudah minta maaf dan saya wajib memberi maaf. Allah saja memaafkan manusia yang berbuat salah," ungkap Risma.

Baca juga: Tri Rismaharini Disebut-sebut Sebagai Pengganti Mensos Juliari, Begini Tanggapannya

Mengenai Zikria Dzatil yang menyebutnya kodok saat banjir di Surabaya Januari lalu, Risma juga memaafkannya.

Penghinaan kodok tersebut, juga yang menjadi alasan dirinya melaporkan Zikria Dzatil.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Tri Rismaharini
Ketua DPP PDI Perjuangan, Tri Rismaharini (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Ia tidak terima jika orangtuanya direndahkan, karena dirinya disebut sebagai kodok.

Halaman
1234
Penulis: Nuryanti
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas