Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Reshuffle Kabinet

Kinerja Wishnutama Jeblok, Sandiaga Layak Jadi Menparekraf? Ini Kata Ekonom INDEF

Strategi maupun kebijakannya dalam penanganan dampak pandemi justru malah menyebabkan penurunan tajam di

Kinerja Wishnutama Jeblok, Sandiaga Layak Jadi Menparekraf? Ini Kata Ekonom INDEF
Dok FDIK
Sandiaga Salahudin Uno dalam Seminar daring dengan tema Pengembangan Bisnis dan Ekonomi Kreatif di Era New Normal Bagi Para Diaspora, Sabtu (20/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Digantinya Wishnutama Kusubandio dengan Sandiaga Uno yang telah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memegang jabatan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) 'hasil reshuffle', tentunya mendapat sorotan pengamat ekonomi.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menilai bahwa kinerja Wishnutama selama menjabat memang kurang memuaskan, khususnya di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Strategi maupun kebijakannya dalam penanganan dampak pandemi justru malah menyebabkan penurunan tajam di sektor pariwisata.

"Terkait dengan kinerja Pak Wishnutama, memang kinerjanya cukup mengecewakan ya, karena terjadi penurunan yang tajam memang di sektor pariwisata selama masa pandemi," ujar Bhima, kepada Tribunnews, Selasa (22/12/2020) sore.

Baca juga: Reshuffle Kabinet, Makna Jaket Biru 6 Menteri Baru hingga Pesan di Balik Foto Rel di Medsos Jokowi

Selain itu, pada masa kepemimpinannya selama pandemi ini, okupansi untuk industri perhotelan pun tergolong rendah.

"Kemudian juga melihat okupansi dari kamar hotel sangat rendah," jelas Bhima.

Menurutnya, pengusaha media ini pun turut melakukan blunder dengan menerapkan strategi 'diskon tarif pesawat'.

Baca juga: Jaket Biru 6 Menteri Baru Jokowi: Panas Tak Buat Berkeringat, Hujan Tak Membuat Basah

Padahal negara sedang menghadapi pandemi yang tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, namun juga pada kelesuan nyaris seluruh sektor penopang perekonomian nasional, termasuk pariwisata.

"Dan juga pada waktu awal dirasa blunder ya, dengan mendorong adanya diskon tarif pesawat di tengah situasi pandemi pada waktu itu," papar Bhima.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas